Jumat, 04 Maret 2016

Memahami Abjad Murai Watu (Mb) Biar Sanggup Memaksimalkan Performanya

Murai Batu (MB) yaitu burung tipe fighter, burung ini sangat bergairah dan cepat sekali naik emosinya kalau melihat atau mendengar bunyi burung sejenis.

Karakter fighter tinggi tersebut dimiliki hampir semua jenis Murai Batu (MB). Tapi pada kenyataannya, dalam perawatan kita, tidak sedikit Murai Batu yang mengalami banyak dilema menyerupai ngelowo/ngebetmen, hilang fighter, kanibal, dan aneka macam permasalahan lainnya.

Untuk sanggup mempunyai Murai Batu (MB) dengan mental tempur yang tangguh, maka terlebih dulu kita harus mempelajari habitat dan kebiasaan hidup Murai Batu (MB) ditempat asalnya, yaitu hutan belantara yang lebat dan banyak sumber air yang tentu saja suasananya sejuk sebab banyak pepohonan yang rindang dan terlindung dari sinar Matahari secara langsung.

Dari situlah kita sanggup menerapkan cara hidup dan kebiasaan Murai Batu (MB) di alam bebas dalam perawatan sehari-hari Murai Batu yang kita pelihara dalam sangkar biar teladan perawatan yang kita terapkan sanggup sempurna dan sanggup membangkitkan kembali huruf fighternya.

Jika melihat dari habitat hidup Murai Batu (MB), burung ini tidak menyukai panas Matahari yang terlalu terik sebab kebiasaan hidupnya yang suka berada dihutan-hutan rimbun dimana sinar Matahari terlindung oleh dedaunan yang lebat.

Habitat hidupnya juga bersahabat dengan sumber air yang memudahkannya untuk mandi dan mencari makan berupa binatang-binatang yang hidup disekitar sumber air tersebut.

Jadi, ketika kita pelihara, Murai Batu (MB) tidak perlu dijemur terlalu usang dan membutuhkan intensitas mandi yang lebih sering dibanding burung-burung fighter jenis lain menyerupai Kacer dan Cendet.

Dengan karakternya yang bergairah dan gaya tarungnya yang sangat atraktif, burung ini juga memerlukan asupan pakan berprotein tinggi tapi yang tidak bersifat panas atau yang tidak berpotensi menaikkan suhu badan dan tensi Murai Batu (MB) secara signifikan.

Ekstra fooding (EF) yang cocok untuk Murai Batu (MB) antara lain: jangkrik, kroto, ulat bambu (cilung), ulat daun pisang dan cacing yang mutlak harus tercukupi setiap harinya.

Jangan berikan Ekstra fooding (EF) yang bersifat panas yang sanggup meningkatkan suhu badan san tensi Murai Batu (MB) secara signifikan menyerupai ulat hongkong (UH), ulat sangkar (UK), larva tawon dan kelabang, kecuali pada dikala cuaca dingin/hujan dan pada dikala masa mabung untuk membantu mempercepat proses perontokan bulu-bulunya.

Karakter Murai Batu (MB) yang gampang emosi juga harus diredam dengan intensitas mandi yang lebih sering untuk menyetabilkan suhu tubuhnya dan juga perlu dilakukan pengumbaran secara rutin dan teratur untuk melatih nafas dan staminanya.

Perawatan harian dan lomba untuk Murai watu (MB):

• Pagi hari diembunkan berikan jangkrik 2-3 ekor.

• Jam 07.00 dimandikan dengan keramba, sesudah simpulan berikan jangkrik 3 ekor lagi.

• Setelah simpulan mandi kemudian dijemur sekitar 30 menit hingga 1 jam tergantung ketahanan Murai Batu (MB) dalam menahan panas. Setelah terlihat mangap dan gelisah segera angkat dan diteduhkan.

Ambil pakan dan air minumnya biar Murai Batu (MB) lebih bandel, tapi harus diawasi biar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Kalau kita tidak sempat untuk mengawasi lebih baik pakan dan air minumnya tetap diberikan.

• Setelah simpulan dijemur, angin-anginkan dulu ditempat teduh beberapa dikala hingga suhu tubuhnya stabil gres diberikan voer dan air minum, dan berikan juga kroto segar.

• Untuk perawatan sore hari cukup bersihkan kandangnya kemudian berikan jangkrik 5 ekor kemudian dikerodong hingga pagi.

• Sebaiknya gunakan voer dengan kandungan materi rumput maritim sebagai pakan utamanya.

• Berikan jangkrik setiap hari dengan porsi standar saja contohnya 5/5 pagi/sore (jangkrik alam lebih baik).

• Kroto sanggup diberikan 3x seminggu.

• Cacing dan ulat daun pisang juga sanggup diberikan seminggu sekali.

• Umbar Murai Batu (MB) 3x seminggu untuk melatih fisiknya.

Ketika mau dilombakan, mulai H-3 menjelang lomba, Murai Batu (MB) harus istirahat total (full kerodong) tanpa aktifitas apapun menyerupai mandi, jemur, dan umbar untuk menyimpan tenaga hingga hari H.

• Porsi jangkrik dinaikkan 2x lipat dari porsi hariannya.

• Berikan kroto segar setiap hari.

• Pagi hari pada dikala hari H, Murai Batu (MB) dimandikan kemudian jemur sebentar, berikan jangkrik 5 ekor+kroto kemudian dikerodong.

• Sampai lapangan berikan jangkrik 5 ekor lagi.

• Lihat cuaca menjelang lomba akan dimulai, kalau cuaca panas terik berikan kroto atau ulat daun pisang, dan air minumnya sanggup diberikan dengan larutan penyegar.

• Kalau cuaca menjelang lomba dimulai mendung atau hujan, tambahkan ulat hongkong (UH) atau larva tawon dan berikan vitamin khusus penggacor burung kicauan yang diteteskan pada air minumnya.

Intinya, dalam merawat Murai watu (MB), yaitu mengontrol tingkat birahi, emosi, dan memaksimalkan powernya. Ketiga poin tersebut terkait erat dengan performa Murai Batu ketika dilombakan.

Ketiga poin di atas sangat dipengaruhi oleh teladan perawatan harian yang meliputi:

• Asupan pakan berprotein tinggi yang tercukupi dan harus cocok dengan huruf serta sistem metabolisme badan Murai watu (MB).

• Intensitas mandi yang cukup untuk menyetabilkan suhu badan Murai Batu (MB). Intinya, harus jeli melihat kondisi cuaca, kalau cuaca panas intensitas mandi diperbanyak dan kalau mendung atau hujan intensitas mandi dikurangi.

• Rutinitas penjemuran yang cukup dan konsisten, serta tidak berlebihan biar tingkat emosi dan tetap stabil.

• Pengumbaran yang rutin dan teratur untuk melatih fisik, stamina, dan nafas Murai watu (MB).

• Menjelang istirahat, tempatkan Murai watu (MB) ditempat yang hening dan sejuk biar burung sanggup beristirahat dengan tenang.

Baca juga:

Beberapa manfaat terapi umbaran untuk burung kicauan

Terapi sauna untuk mendongkrak emosi dan mental fighter Kacer

Cara membentuk mental Cucak ijo (CI) biar lebih fighter

Demikian info perihal memahami huruf Murai Batu (MB) biar sanggup memaksimalkan performanya. Untuk info lain seputar Murai Batu (MB), sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Murai Batu (MB)

Kamis, 03 Maret 2016

Perawatan Harian Poksay Medan/Poksay Mantel Supaya Cepat Gacor

Poksay Medan/Poksay Mantel yaitu jenis burung Poksay lokal. Suara kicauan burung ini cenderung monoton dan terdengar sangat keras, tajam dan kasar.

Poksay Medan/Poksay Mantel memang tidak terlalu terkenal dan tidak peminatnya. Mungkin alasannya suaranya yang monoton yang menciptakan burung ini kurang begitu laris dipasaran.

Tapi sebetulnya, Poksay Medan/Poksay Mantel cukup manis untuk dijadikan masteran burung-burung lomba alasannya abjad suaranya yang tajam dan agresif akan terdengar unik dan sangar jikalau dinyanyikan oleh burung lain di arena lomba.

Tapi jikalau kita mengakibatkan Poksay Medan/Poksay Mantel sebagai burung masteran, sebaiknya jarak penempatannya jangan terlalu akrab dengan burung yang dimaster, alasannya sanggup mengakibatkan burung yang dimaster menjadi stres alasannya abjad bunyi Poksay Medan yang sangat keras dan tajam akan menciptakan burung yang dimaster sering terkejut dan sanggup menciptakan mentalnya menjadi down.

Atur penempatannya agak jauh dari burung yang dimaster, cukup supaya suaranya masih sanggup terdengar sayup-sayup tapi intonasinya masih terdengar jelas.

Untuk mengakibatkan Poksay Medan/Poksay Mantel sebagai masteran, tentunya burung harus sudah gacor supaya bunyi kicauannya sanggup selalu terdengar oleh burung yang dimaster sepanjang hari dan sanggup cepat direkam.

Untuk menciptakan Poksay Medan/Poksay Mantel supaya rajin bunyi sesungguhnya cukup mudah, alasannya burung ini termasuk burung yang cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan gres dan jenis pakan baru.

Tapi biasanya, rata-rata Poksay Medan/Poksay Mantel mempunyai abjad yang giras alasannya hampir semua Poksay Medan yang ada dipasaran merupakan burung liar tangkapan hutan yang habitatnya sendiri berada dihutan dalam dan jarang atau bahkan tidak pernah berinteraksi sama sekali dengan Manusia, kecuali yang sudah dipelihara cukup usang mungkin sanggup jinak.

Perawatan Poksay Medan/Poksay Mantel sesungguhnya tidak berbeda jauh dengan perawatan burung kicauan jenis lainnya yang mencakup mandi, jemur, dan santunan pakan serta kebersihan kandang.

Perawatan harian Poksay Medan/Poksay Mantel:

• Mandi

Untuk tahap awal, sebaiknya Poksay Medan/Poksay Mantel dimandikan setiap pagi dengan cara disemprot hingga lembap kuyup untuk mengurangi sifat liarnya. Setelah final dimandikan, kemudian burung di angin-anginkan dulu ditempat yang teduh hingga bulu-bulunya kering.

Berikan jangkrik 5 ekor dan ulat hongkong (UH) 10-15 ekor eksklusif dari tangan supaya burung terbiasa dengan keberadaan kita sebagai perawatnya dan mulai tergantung pada kita.

• Jemur

Setelah bulu-bulunya kering, kemudian jemur Poksay Medan/Poksay Mantel selama 1 jam. Setelah final dijemur kemudian digantang ditempat yang ramai lalu-lalang orang atau kendaraan supaya burung terbiasa dengan lingkungannya yang gres dan berani berkicau walaupun ditempat yang ramai.

• Pakan

Untuk hariannya, Poksay Medan/Poksay Mantel sanggup diberikan voer sebagai pakan utamanya dan juga Ekstra fooding (EF) ibarat jangkrik, ulat hongkong, ulat jerman, ulat kandang, ulat daun pisang, belalang dan lainnya supaya kebutuhan nutrisinya terpenuhi sehingga burung menjadi lebih rajin bunyi.

• Kebersihan kandang

Kandang juga harus dibersihkan setiap hari alasannya Poksay Medan/Poksay Mantel makannya cukup banyak, jadi kotorannya juga cukup banyak dan cepat menumpuk didasar kandang.

Dengan perawatan yang konsisten, Poksay Medan/Poksay Mantel akan lebih cepat gacor dan sanggup dijadikan sebagai masteran untuk burung-burung peliharaan kita terutama yang diperuntukkan untuk lomba supaya bahan isiannya lebih bervariasi.

Baca juga:

Cara merawat dan melatih burung Nuri supaya jinak dan sanggup bicara

Tips perawatan burung Kepodang supaya rajin bunyi

Perawatan burung Hwamei/Wambi supaya rajin bunyi dan cepat gacor

Demikian warta ihwal perawatan harian Poksay Medan/Poksay Mantel supaya cepat gacor. Untuk warta lain seputar burung Poksay, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Poksay Medan/Poksay Mantel

Rabu, 02 Maret 2016

Perawatan Terbaik Untuk Cucak Jenggot Pada Ketika Mabung/Nyulam Bulu

Cucak jenggot (CJ) sangat jarang mengalami mabung total, dan rata-rata hanya mengalami nyulam bulu saja. Tapi apabila Cucak jenggot ternyata mengalami nyulam bulu dengan jumlah bulu yang rontok cukup banyak, maka perlu dilakukan perawatan khusus mabung/ngurak.

Pada ketika Cucak jenggot memasuki masa mabung, maka harus diberikan perawatan ekstra supaya sanggup menuntaskan masa mabungnya dengan sempurna, sehingga sehabis tamat mabung performanya akan tetap manis bahkan lebih baik dari sebelum mabung.

Bulu-bulu yang rontok dan digantikan selama masa mabung/nyulam akan menyerap sebagian besar dari kandungan protein dalam badan Cucak jenggot. Inilah kenapa selama masa mabung/nyulam perlu diberikan asupan protein yang lebih banyak dari biasanya.

Karena itu, pada masa mabung/nyulam, burung harus diberikan pakan dengan kandungan protein tinggi dengan porsi yang lebih banyak dari biasanya ketika dalam kondisi normal (tidak dalam masa mabung/nyulam) supaya sanggup diserap dan disimpan sebagai protein khusus untuk mempercepat pertumbuhan bulu-bulu baru.

Proses tersebut sangat penting bagi Cucak jenggot yang harus bekerja ekstra untuk mendapat nutrisi yang cukup untuk pembentukan bulu-bulu gres dengan sempurna.

Perawatan harian untuk Cucak jenggot pada ketika mabung/nyulam:

• Tempatkan Cucak jenggot ditempat yang tenang, jauh dari aktifitas Manusia dan gangguan-gangguan lain disekitarnya yang berpotensi menghambat proses mabungnya.

• Sebaiknya Cucak jenggot lebih banyak dikerodong (full kerodong) setiap harinya, dan buka kerodong hanya pada ketika memperlihatkan pakan dan air minum serta pencucian kandang.

• Mandikan Cucak jenggot cukup 1x seminggu saja.

• Penjemuran cukup 15 menit saja setiap hari mulai jam 07.00 pagi.

• Extra fooding (EF) ibarat jangkrik diberikan sekenyangnya setiap pagi dan sore, sebab burung membutuhkan lebih banyak asupan protein untuk pembentukan bulu-bulu baru.

Pada ketika mabung/nyulam, Cucak jenggot sanggup menghabiskan 8-10 ekor jangkrik sekali makan, sedangkan pada ketika kondisi normal (tidak dalam masa mabung/nyulam) Cucak jenggot akan membatasi sendiri asupan proteinnya dengan hanya mengkonsumsi jangkrik 3-5 ekor saja sekali makan. Karena 3-5 ekor jangkrik sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan proteinnya pada kondisi normal (tidak dalam masa mabung/nyulam).

Berikan ulat hongkong (UH) 15/15 pagi/sore pada ketika Cucak jenggot sedang merontokkan bulu-bulunya. Karena imbas panas yang ditimbulkan dari proteksi ulat hongkong (UH) tersebut sanggup membantu mempercepat rontoknya bulu-bulu usang Cucak jenggot.

Stop proteksi ulat hongkong (UH) sehabis bulu-bulu jarum mulai tumbuh. Mulai berikan jangkrik sekenyangnya (jangkrik sanggup di olesi minyak ikan) supaya pertumbuhan bulu-bulu gres lebih manis dan mengkilap.

• Berikan buah setiap hari dengan hidangan bervariasi ibarat pisang kepok (olesi dengan madu asli), pepaya, apel, sawo dan lainnya supaya kebutuhan nutrisi dan vitamin Cucak jenggot pada ketika mabung/nyulam sanggup terpenuhi dengan baik.

Perbanyak porsi proteksi buah pepaya sebab sangat manis untuk metabolisme badan Cucak jenggot. Voer tetap disediakan dalam cepuk.

• Faktor kebersihan juga harus diperhatikan pada ketika Cucak jenggot mabung/nyulam bulu.
Bersihkan sangkar setiap hari, bersihkan juga plangkringan serta kawasan pakan dan kawasan minumnya supaya terbebas dari kuman dan bakteri, air minum juga harus diganti dengan yang gres setiap hari. Kerodong sebaiknya juga dicuci seminggu sekali.

• Lakukan pemasteran untuk menambah variasi kicauannya, sebab pada masa mabung/nyulam, burung akan lebih banyak membisu dan akan lebih fokus mendengar serta mempelajari bunyi masterannya. Inilah ketika yang paling tepat untuk mengisi variasi kicauannya sesuai dengan yang kita inginkan.

Lakukan pemasteran secara tepat supaya kesudahannya maksimal. Sesuaikan aksara dan type bunyi Cucak jenggot dengan bunyi burung masterannya supaya lebih gampang direkam. Pemasteran juga sanggup dilakukan dengan menggunaka memakai bunyi Mp3.

Masa pemulihan pasca mabung/nyulam bulu:

• Setelah Cucak jenggot tamat mabung/nyulamnya, mulailah untuk dimandikan setiap hari. Biarkan burung mandi sendiri sepuasnya didalam cepuk atau keramba.

• Setelah tamat mandi, angin-anginkan dulu hingga bulu-bulunya kering kemudian dijemur selama 15-20 menit saja sebab bulu-bulu Cucak jenggot masih gres dan belum berpengaruh untuk menahan panas Matahari yang terlalu lama. Durasi penjemuran sanggup ditingkatkan sehabis 1-2 bulan pasca mabung.

• Porsi proteksi Ekstra fooding (EF) mulai dibatasi. Biasanya sehabis tamat mabung/nyulam, nafsu makan Cucak jenggot akan kembali normal, tidak rakus lagi terhadap jangkrik.

Cucak jenggot hanya akan mengkonsumsi jangkrik secukupnya saja sekitar 3-5 ekor sekali makan, tapi untuk mengantisipasi supaya Cucak jenggot tidak over birahi (OB), sebaiknya kita berikan 3/3 pagi/sore. Kroto sanggup diberikan seminggu 2x saja dengan porsi 1 sendok makan. Stop proteksi ulat hongkong (UH), kecuali pada ketika cuaca cuek atau ekspresi dominan hujan sanggup diberikan 5 ekor pagi dan sore.

• Buah diberikan setiap hari, antara lain:
Pisang kepok, pepaya, apel, sawo, dan lainnya. Berikan buah-buahan tersebut secara bergantian setiap harinya.

Baca juga:

Cara merawat Cucak Jenggot supaya cepat gacor

Perawatan yang tepat untuk Kenari mabung/ngurak

Cara supaya ekor Murai Batu (MB) bertambah panjang

Demikian gosip perihal perawatan terbaik untuk Cucak jenggot pada ketika mabung/nyulam bulu. Untuk gosip lain seputar Cucak jenggot, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Cucak jenggot

Mengenal Kelebihan Dan Kekurangan Kacer Poci (Dada Putih) Dan Kacer Wulung (Dada Hitam)

Kacer Poci (dada putih) dan Kacer wulung (dada hitam) yaitu burung sejenis. Yang membedakan dari keduanya hanya warna putih dibagian dada pada Kacer Poci, sedangkan pada Kacer Wulung warna pada potongan dada hitam polos hingga pada potongan anusnya.

Kedua jenis Kacer tersebut sama-sama mempunyai mental fighter yang anggun dan juga mempunyai gaya tarung (ngobra) yang sama. Jika dilihat sekilas memang tidak ada yang berbeda dari kedua jenis Kacer tersebut kecuali warna bulu potongan dadanya.

Namun kalau kita cermati, bahwasanya ada beberapa perbedaan dari kedua jenis Kacer tersebut selain dari warna bulu dadanya. Perbedaan tersebut di antaranya yaitu dari segi bunyi dan mentalnya, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan Kacer Poci (Dada putih):

Jenis Kacer inilah yang dikala ini sedang digemari oleh para Kacer Mania, baik yang hanya memeliharanya untuk klangenan dirumah atau yang tujuannya untuk dilombakan.

Di arena lomba, dikala ini memang Kacer Poci (dada putih) lebih mendominasi hampir di semua wilayah, dari mulai latber dikampung-kampung hingga peda event-event besar setingkat Nasional, Kacer Pocilah yang mendominasi gantangan. Maka tidak heran kalau dipasaran Kacer Poci lebih banyak peminatnya.

Kacer Poci (dada putih) memang mempunyai keunggulan pada suaranya yang lebih kristal dan melengking dengan banyak variasi lagu. Gaya tarungnya juga sangat eksotis membuka sayap dan ekor dengan leher yang meliuk-liuk atau biasa disebut ngobra. Kelebihan lain dari Kacer Poci yaitu pada dikala tarung lebih ngotot, total dan penuh power.

Kelebihan Kacer Wulung (Dada hitam):

Kacer Wulung (dada hitam) dikala ini memang kurang diminati, popularitasnya kalah jauh dengan Kacer Poci (dada putih). Di arena lomba, Kacer Wulung juga jarang terlihat sebab jarang sekali ada EO yang membuka kelas khusus untuk Kacer Wulung, kecuali di wilayah-wilayah tertentu. Maka tidak heran kalau dipasaran Kacer Wulung sepi peminat dikala ini.

Harga Kacer Wulung (dada hitam) dikala ini juga mulai turun, berbeda dengan jaman dulu pada tahun 1990an, Kacer Wulung terkesan lebih berkelas dan harganyapun jauh lebih mahal dari Kacer Poci.

Sebetulnya secara kualitas Kacer Wulung (dada hitam) tidak kalah dengan Kacer Poci, penampilan fisiknyapun terlihat lebih gagah dan terkesan berangasan dengan warna full hitam dibagian dadanya. Bahkan untuk problem mental dan stamina, rata-rata Kacer Wulung lebih tangguh dibandingkan rata-rata Kacer Poci.

Kacer Wulung (dada hitam) rata-rata mempunyai mental dan stamina yang tangguh dan bisa bertarung hingga berjam-jam tanpa mbagong.

Kalau Kacer Wulung (dada hitam) dan Kacer Poci (dada putih) ditrek, maka rata-rata Kacer wulunglah yang lebih unggul dan kebanyakan Kacer Poci akan mbagong kalau ditrek dengan Kacer wulung dalam waktu lama.

Kelemahan dari Kacer Wulung (dada hitam) yaitu pada type suaranya yang cenderung ngebass, kurang kristal dan terkesan tidak plong atau kurang melengking. Pada dikala tarung, Kacer Wulung juga mempunyai gaya ngobra menyerupai halnya Kacer Poci, namun terkesan kurang ngotot.

Jadi, kalau kedua jenis Kacer ini dibandingkan, maka kelebihan untuk Kacer Poci (dada putih) yaitu pada type suaranya yang kristal dengan banyak variasi lagu, sedangkan Kacer Wulung (dada hitam) mempunyai kelebihan pada mental dan staminanya yang lebih tangguh.

Baca juga:

Penyebab dan cara mengatasi Kacer yang kurang fighter

Terapi sauna untuk mendongkrak emosi dan mental fighter Kacer

Tips perawatan dan pemasteran Kacer Wulung (Dada hitam) biar ngeplong dan gacor

Demikian info wacana mengenal kelebihan dan kekurangan Kacer Poci (Dada putih) dan Kacer Wulung (Dada hitam). Untuk info lain seputar Kacer, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Kacer Wulung (Dahit) dan Kacer Poci (Daput)

Selasa, 01 Maret 2016

Cara Merawat Kacer Trotolan Supaya Mempunyai Mental Petarung Sehabis Dewasa

Dapat mempunyai Kacer yang berprestasi di arena lomba tentunya menjadi harapan semua Kacer Mania. Tapi untuk bisa membentuk seekor Kacer hingga bisa berprestasi tidak semudah yang kita bayangkan.

Merawat Kacer mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi dengan segala permasalahannya menyerupai mbagong, hilang fighter, kanibal dan banyak sekali sikap negatif lainnya yang menciptakan banyak Kacer Mania kemudian mengalah dan menentukan beralih haluan bermain burung jenis lain.

Bagi yang berkantong tebal tentunya tidak ada masalah, tinggal beli Kacer yang sudah berprestasi dan meneruskan perawatan dan settingan dari pemilik sebelumnya tanpa harus repot mencari settingannya yang tepat biar performanya maksimal.

Lain ceritanya untuk para Kicau Mania yang berkantong tipis, tentunya hanya bisa membeli Kacer materi atau kacer rumahan yang harganya masih terjangkau dan berharap bisa mengorbitkannya biar bisa berprestasi.

Namun pada kenyataannya sebagian besar akhirnya zonk, sebab Kacer-Kacer yang ada dipasaran tersebut rata-rata yaitu Kacer buangan atau Kacer yang sudah rusak dan sulit untuk diperbaiki, yang kemudian nasibnya terdampar dipasar burung.

Tapi bukan mustahil harapan untuk mempunyai Kacer yang elok dan bisa berprestasi itu bisa diwujudkan dengan modal yang minim, salah satu caranya yaitu dengan memelihara Kacer dari trotolan biar bisa dibuat mental dan karakternya semenjak dini.

Untuk menentukan trotolan Kacer juga harus memperhatikan beberapa hal berikut ini biar nantinya akhirnya tidak mengecewakan, antara lain:

• Jenis kelamin

Pilihlah Kacer trotolan yang berjenis kelamin jantan, mintalah jaminan jikalau kita membeli trotolan Kacer dari penangkaran biar jikalau trotolan Kacer yang kita beli tersebut ternyata berjenis kelamin betina bisa ditukarkan.

Demikian juga jikalau kita membeli Kacer trotolan hutan, usahakan membeli pada pedagang yang sudah kita kenal baik biar ada jaminan jikalau ternyata trotolan Kacer yang kita beli tersebut berjenis kelamin betina bisa dikembalikan.

Sedangkan untuk ciri-ciri umum trotolan Kacer jantan, antara lain:

- Bulu hitam pada anakan/trotolan Kacer jantan warnanya lebih pekat.
- Warna trotolnya terlihat lebih coklat.
- Bentuk kepalanya terlihat papak.
- Posturnya lebih tegak ketika berdiri.
- Tingkah lakunya lebih agresif.
- Ujung pengecap pada belahan dalam yang berbentuk karakter V tedapat spot berwarna hitam.

• Katuranggan

Bagi penggemar burung kicau, tentu tidak absurd dengan istilah katuranggan, yaitu suatu cara untuk melihat potensi seekor burung dari bentuk tubuh atau ciri fisiknya. Maka untuk menentukan anakan/trotolan Kacer juga perlu diperhatikan ciri-ciri berikut ini untuk meramal potensinya dimasa depan:

- Bentuk tubuh ramping memanjang.
- Kedua sayap mengapit rapat dikedua sisi badannya.
- Kepala papak.
- Paruh tebal dan panjang.
- Mata melotot dengan sorot mata yang tajam.
- Kaki besar dengan cengkeraman yang kuat.

• Perilaku

- Pilihlah Kacer trotolan yang tingkah lakunya paling bergairah dari yang lain.
- Pilih yang nafsu makannya paling rakus.
- Pilih yang berdirinya tegak membusungkan dada terkesan menyerupai menantang.

Perawatan harian untuk Kacer trotolan:

• Lingkungan

Setelah mendapat Kacer trotolan, saatnya untuk merawatnya dengan perawatan yang tepat. Usahakan hanya memelihara satu Kacer saja dalam satu rumah, apalagi yang sudah arif balig cukup akal dan gacor sebab akan menciptakan Kacer trotolan yang kita pelihara merasa selalu terintimidasi dan sanggup berakibat pada rusaknya mental Kacer trotolan tersebut.

Dalam memelihara Kacer trotolan sebaiknya hanya ditemani burung-burung kecil saja menyerupai Pleci, Kolibri, Kenari dan lainnya sebagai masteran untuk memperkaya materi lagunya sekaligus untuk menguatkan mental Kacer trotolan tersebut biar merasa paling mayoritas dan paling berkuasa di lingkungannya.

Hal itu akan akan berdampak positif nantinya, sebab Kacer trotolan tersebut sesudah arif balig cukup akal akan mempunyai mental sebagai penguasa wilayah (teritorial), sebab setiap hari Kacer trotolan tersebut merasa menjadi yang paling besar lengan berkuasa di antara burung-burung lain disekitarnya.

• Pakan dan Ekstra fooding (EF)

Berikan pakan yang bergizi berupa voer dengan kandungan berprotein tinggi dan Ekstra fooding (EF) menyerupai jangkrik, belalang, kroto, ulat hongkong (UH), dan lainnya.

Berikan Ekstra fooding (EF) sekenyangnya biar pertumbuhan Kacer trotolan tersebut lebih cepat dan sempurna.

• Mandi dan jemur

Mandikan dan jemur Kacer trotolan secara teratur, biar burung selalu sehat dan aktif. Jangan lupa untuk membersihkan kandangnya setiap hari biar terhindar dari penyakit.

• Penempatan

Pindah-pindah kawasan menggantangnya biar Kacer trotolan tersebut terbiasa berkicau ditempat berbeda dan nantinya sesudah arif balig cukup akal tidak menjadi hebat sangkar yang hanya berani berkicau disatu kawasan saja.

• Umbaran

Biasakanlah untuk diumbar dari kecil biar staminanya dan nafasnya terbentuk semenjak dini. Dengan sering memakai sayapnya untuk terbang dikandang umbaran maka fisiknya akan semakin fit dan otot-otot dada serta sayapnya juga akan semakin besar lengan berkuasa sehingga bisa berkicau dengan full power.

Baca juga:

Mengenal kelebihan dan kekurangan Kacer Poci (Dada putih) dan Kacer Wulung (Dada hitam)

Penyebab dan cara mengatasi Kacer yang kurang fighter

Menyesuaikan perawatan Kacer dengan karakternya

Demikian warta perihal cara merawat Kacer trotolan biar mempunyai mental petarung sesudah dewasa. Untuk warta lain seputar Kacer, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Kacer trotol

Senin, 29 Februari 2016

Kelebihan Dan Kekurangan Kacer Trotolan Hutan Dan Kacer Trotolan Penangkaran

Mungkin banyak Kacer Mania yang galau untuk menentukan apakah akan memelihara Kacer trotolan hutan atau Kacer trotolan dari penangkaran, alasannya yaitu secara kualitas keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Sebetulnya baik itu Kacer trotolan hutan maupun Kacer trotolan dari penangkaran sama-sama bagus, asalkan indukannya berkualitas niscaya keturunannya juga akan berkualitas alasannya yaitu mewarisi gen dari indukannya.

Tapi sebelum kita menentukan apakah akan menentukan Kacer trotolan hutan atau Kacer trotolan dari penangkaran, tidak ada salahnya jikalau kita mencari tahu terlebih dulu kelebihan dan kekurangan dari masing-masing trotolan Kacer tersebut sebagai materi pertimbangan sebelum kita membelinya.

Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan Kacer trotolan hutan dan Kacer trotolan penangkaran:

Kacer trotolan hutan

Kelebihan Kacer trotolan hutan:

Untuk Kacer trotolan hutan ada dua pilihan berdasarkan dari asal habitatnya yaitu Kacer trotolan yang didapatkan dari hutan dan pegunungan serta Kacer trotolan yang didapatkan dari perkebunan dan tempat pesisir.

Secara kualitas dari kedua habitat tersebut, tempat hutan dan pegununganlah yang lebih banyak menghasilkan Kacer-kacer berkualitas. Kacer-kacer yang berasal dari hutan dan pegunungan mempunyai huruf mental fighter tinggi, karakternya menyerupai dengan Murai kerikil (MB).

Mungkin alasannya yaitu habitatnya didalam hutan yang kehidupan sehari-harinya berdampingan dengan banyak spesies burung-burung fighter lainnya dan juga dengan banyak predator yang menimbulkan Kacer dari wilayah tersebut mempunyai mental yang kuat.

Kehidupan yang keras didalam hutan yang harus bersaing untuk menguasai atau mempertahankan suatu wilayah serta sumber makananlah yang membentuk mental fighter Kacer hutan menjadi semakin tangguh serta mempunyai sikap yang sangat agresif.

Sementara untuk Kacer yang berasal dari wilayah perkebunan dan pesisir rata-rata mempunyai mental fighter rendah, alasannya yaitu mungkin tidak banyak pesaing dalam perebutan wilayah dan sumber kuliner didaerah tersebut.

Atau mungkin juga alasannya yaitu seringnya berinteraksi dengan Manusia disekitar habitatnya yang mejadikan Kacer dari tempat perkebunan dan pesisir menjadi kurang agresif.

Kelebihan dari Kacer trotolan hutan yaitu masih mempunyai naluri liar dari hutan tempat asalnya. Sumber pakan alami yang diberikan induknya semasa masih dihutan tentunya juga lebih anggun dan lebih sesuai untuk masa-masa awal pertumbuhannya.

Jadi, fisik dan mentalnya tentu masih alami alasannya yaitu dilahirkan ditengah-tengah kehidupan alam liar yang keras.

Kacer trotolan hutan tentunya juga sudah banyak merekam suara-suara alam disekitarnya, yang tentunya lebih alami alasannya yaitu yang terekam yaitu bunyi dari burung-burung liar dan binatang-binatang liar disekitarnya.

Kekurangan Kacer trotolan hutan:

Sedangkan kekurangan dari Kacer trotolan hutan yaitu pada sifat liarnya yang sulit untuk dijinakkan dan memerlukan waktu cukup usang untuk bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan Manusia. Karena selama dihutan Kacer tersebut tidak pernah berinteraksi atau bertemu Manusia, kecuali yang didapatkan dan dipelihara dari piyik/lolohan.

Kekurangan lainnya dari Kacer trotolan hutan yaitu pada garis keturunannya yang tidak jelas, alasannya yaitu kita tidak bisa mengetahui menyerupai apa kualitas indukannya, apakah induknya bermental anggun atau bermental jelek.

Kacer trotolan penangkaran

Kelebihan Kacer dari penangkaran:

Sebetulnya lebih gampang untuk mendapat Kacer trotolan yang berkualitas jikalau kita membelinya dipenangkaran. Karena kita bisa melihat track record indukannya menyerupai apa. Dengan catatan, kita membelinya dipeternakan yang sudah terpercaya.

Dengan mengetahui track record indukannya, maka kita bisa memprediksi menyerupai apa kualitas anakannya yang kemungkinan besar akan mewarisi sifat dan huruf dari indukannya.

Kelebihan lain dari Kacer trotolan hasil penangkaran pastinya lebih jinak dan lebih gampang menyesuaikan diri dengan lingkungan gres alasannya yaitu setiap hari sudah terbiasa berinteraksi dengan Manusia.

Kekurangan Kacer dari penangkaran:

Sedangkan kekurangan Kacer trotolan dari penangkaran yaitu, Kacer tersebut tidak lagi mempunyai naluri liar yang alami, alasannya yaitu lahir dan tumbuh dipenangkaran dengan kehidupan yang kondusif dan nyaman serta semua kebutuhannya sudah disediakan oleh peternak.

Tapi apa yang disediakan oleh peternak tentunya tidak akan bisa tepat untuk memenuhi kebutuhannya secara tepat dan seimbang, menyerupai pakan, minum, mandi, jemur dan acara sehari-harinya tidak akan bisa sama dengan kehidupan alami Kacer di alam bebas.

Berbeda dengan Kacer trotolan hutan yang dirawat oleh induknya dengan naluri alaminya, tentu akan lebih baik alasannya yaitu semua kebutuhan nutrisinya selama masa pertumbuhan terpenuhi dengan baik dan seimbang.

Aktivitas keseharian yang dipelajari secara alami dari lingkungannya yang membentuk Kacer trotolan hutan tumbuh sebagaimana mestinya sebagai burung petarung berbekal mental dan fisik yang tangguh.

Kekurangan lainnya dari Kacer trotolan hasil penangkaran yaitu pada fisik dan mentalnya yang kurang tangguh jikalau dibandingkan dengan Kacer trotolan hutan yang sudah pernah mencicipi kehidupan serba keras didalam hutan, pernah memakai sayapnya untuk terbang, pernah memakai nalurinya untuk berburu dan bertahan hidup, pernah berjuang dari serangan musuh, dan juga pernah berguru dari induknya bagaimana cara menjadi penguasa yang harus bisa mempertahankan wilayah teritorialnya dari bahaya Kacer lain.

Sementara Kacer trotolan dari hasil ternak tidak pernah mencicipi semua itu dipenangkaran. Dia hanya lahir, tercukupi pakan dan minumnya, tidur ditempat yang hangat dan nyaman tanpa perlu kuatir kelaparan serta tidak pernah merasa was-was dengan bahaya predator dan perebutan wilayah.

Kacer dari penangkaran tidak pernah memakai sayapnya untuk terbang, tidak pernah berguru berburu, tidak pernah mencicipi kerasnya kehidupan di alam liar.

Kehidupan yang kondusif dan nyaman tersebut tentunya akan membentuk mentalnya menjadi lemah dan manja jikalau kita tidak mendidiknya dengan tepat semenjak dini.

Kacer dari penangkaran juga tidak mempunyai isian bunyi alam, jadi kitalah yang harus mengajarkannya dengan suara-suara isian berdasarkan selera kita. Tapi keuntungannya, materi isiannya bisa kita setting sesuai dengan animo bunyi isian dalam lomba burung kicau ketika ini.

Baca juga:

Cara merawat Kacer trotolan semoga mempunyai mental petarung sehabis dewasa

Mengenal kelebihan dan kekurangan Kacer Poci (Dada putih) dan Kacer Wulung (Dada hitam)

Penyebab dan cara mengatasi Kacer yang kurang fighter

Demikian info perihal kelebihan dan kekurangan Kacer trotolan hutan dan Kacer trotolan penangkaran. Untuk info lain seputar Kacer, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Kacer trotolan penangkaran dan Kacer trotolan hutan

Minggu, 28 Februari 2016

Perawatan Yang Sempurna Untuk Trucukan Pada Ketika Mabung/Nyulam Bulu

Trucukan ialah salah satu jenis burung yang jarang sekali mengalami mabung total, biasanya burung ini hanya nyulam bulu saja atau berganti bulu secara bergiliran.

Pada ketika Trucukan nyulam bulu dengan jumlah bulu yang rontok hanya beberapa helai saja, tidak perlu diberikan perawatan khusus. Tapi kalau bulu yang rontok jumlahnya cukup banyak, maka perlu dilakukan perawatan khusus mabung/ngurak.

Ketika dalam kondisi mabung/nyulam, Trucukan membutuhkan lebih banyak asupan protein untuk pembentukan bulu-bulu gres semoga sanggup tumbuh dengan sempurna.

Perawatan harian untuk Trucukan pada ketika mabung/ngurak:

• Pada ketika Trucukan sedang dalam proses merontokkan bulu-bulu lamanya, berikan Ekstra fooding (EF) berupa ulat hongkong (UH) dengan porsi 20 ekor pagi dan sore untuk mempercepat rontoknya bulu-bulu usang Trucukan.

• Pada masa ini Trucukan tidak perlu dimandikan dan penjemuran hanya dilakukan pada pagi hari sekitar jam 07.00 dengan durasi cukup 15 menit saja setiap harinya.

• Tempatkan Trucukan ditempat yang damai dan sejuk, jauhkan dari burung-burung lain yang gacor semoga proses mabungnya tidak terganggu.

• Setelah bulu-bulu jarum terlihat mulai tumbuh, stop proteksi ulat hongkong (UH), dan ganti Ekstra foodingnya dengan jangkrik dengan porsi sekenyangnya pada pagi dan sore hari. Jangkrik sanggup di olesi dengan minyak ikan semoga bulu-bulu barunya sanggup tumbuh lebih cantik dan mengkilap.

• Voer dan buah ibarat pisang, pepaya, dan buah-buahan lainnya tetap diberikan setiap hari, olesi permukaan pisang dengan madu murni terlebih dulu sebelum diberikan pada Trucukan untuk melengkapi kebutuhan nutrisinya.

• Pada masa ini Trucukan sudah mulai sanggup dimandikan seminggu sekali, penjemuran tetap dilakukan 15 menit mulai jam 07.00 pagi. Sebelum dijemur, angin-anginkan dulu hingga semua bulu-bulunya kering. Berikan jangkrik sebanyak 5/5 pagi/sore.

• Bersihkan kandangnya setiap hari semoga Trucukan selalu sehat. Voer diganti dengan yang gres setiap tiga hari sekali, air minum juga harus diganti setiap hari dengan yang baru.

• Setelah semua bulu-bulunya tumbuh sempurna, Trucukan sanggup dimandikan setiap hari dengan cara disemprot memakai sprayer atau sediakan cepuk besar didalam kandangnya semoga burung sanggup mandi sendiri sesukanya. Lebih cantik lagi kalau burung dibiasakan untuk mandi dikeramba.

• Durasi penjemuran sudah sanggup mulai ditingkatkan menjadi 30 menit, sesudah bulu-bulu barunya kering dan kuat, gres boleh dijemur usang antara 1-2 jam setiap harinya. Porsi proteksi jangkrik kembali normal ibarat pada ketika sebelum mabung.

Lakukan perawatan di atas secara konsisten selama Trucukan dalam masa mabung/ngurak semoga sesudah simpulan masa mabungnya, performa burung menjadi lebih cantik dan menjadi lebih gacor dengan bunyi ropelnya yang khas.

Baca juga:

Perawatan terbaik untuk Cucak jenggot pada ketika mabung/nyulam bulu

Kelebihan dan kekurangan Kacer trotolan hutan dan Kacer trotolan penangkaran

Cara merawat Kacer trotolan semoga mempunyai mental petarung sesudah dewasa

Demikian gosip wacana "Perawatan yang tepat untuk Trucukan pada ketika mabung/nyulam bulu". Untuk gosip lain seputar Trucukan, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Burung Trucukan

Sabtu, 27 Februari 2016

Perawatan Sempurna Untuk Tledekan Gunung Biar Rajin Suara Dan Cepat Gacor

Tledekan Gunung termasuk salah satu jenis burung fighter yang mempunyai bunyi merdu dan bervariasi. Walaupun postur tubuhnya kecil, tapi bunyi kicauannya cukup keras dan melengking dengan irama serta variasi lagu yang sangat merdu dan harmonis.

Tledekan Gunung mempunyai mental fighter yang cukup tangguh dan bahkan berani berkicau melawan burung-burung fighter lain yang lebih besar.

Jika sudah mapan, burung ini sangat responsif terhadap bunyi burung sejenis yang didengarnya, bahkan bunyi burung dari jenis lain. Begitu mendengar bunyi burung lain, Tledekan Gunung yang sudah mapan akan eksklusif berkicau menyahuti.

Untuk menciptakan Tledekan Gunung menjadi gacor sesungguhnya tidak terlalu sulit, yang penting harus diberikan perawatan yang sempurna dan konsisten. Perawatannya juga standar, tidak beda jauh dengan perawatan burung kicau pemakan serangga jenis lainnya yang meliputi:

• Pengembunan
• Mandi
• Jemur
• Pakan
• Pemasteran

Perawatan harian untuk Tledekan Gunung:

• Pengembunan

Embunkan Tledekan Gunung setiap hari mulai jam 05.00 pagi supaya burung bisa menghirup udara segar dan menikmati suasana fajar untuk memancingnya supaya berkicau dan ngeplong.

• Mandi

Mandikan Tledekan Gunung setiap pagi, sediakan cepuk mandi didalam kandangnya supaya burung bisa mandi sendiri.

Setelah simpulan mandi, ambil cepuknya dan sekalian kandangnya juga dibersihkan supaya Tledekan Gunung merasa nyaman dan selalu sehat. Berikan jangkrik kecil sebanyak 5 ekor kemudian angin-anginkan hingga bulu-bulunya kering.

• Jemur

Setelah bulu-bulunya kering, kemudian jemur Tladekan Gunung selama 1 jam. Setelah simpulan dijemur berikan kroto segar sebanyak satu sendok makan kemudian gantang ditempat yang teduh.

Usahakan untuk menempatkan Tledekan Gunung ditempat yang sejuk dan bersahabat dengan bunyi gemercik air, alasannya bunyi gemercik air akan memancing Tledekan Gunung untuk berkicau.

Pada sore harinya, berikan jangkrik ukuran kecil sebanyak 5 ekor, bersihkan kandangnya kemudian kerodong dan biarkan istirahat hingga pagi.

• Pakan dan Ekstra fooding (EF)

Untuk pakan utamanya berikan voer halus yang berkualitas dan mengandung protein tinggi dan ganti voer setiap tiga hari sekali dengan yang baru. Air minumnya juga diganti setiap hari.

Berikan jangkrik ukuran kecil setiap hari dengan porsi 5/5 pagi/sore, kroto segar bisa diberikan seminggu 2-3 kali, ulat hongkong (UH) bisa diberikan pada ketika cuaca cuek dan pada ketika masa mabung untuk membantu mempercepat rontoknya bulu-bulu usang Tledekan Gunung.

• Pemasteran

Untuk menambah variasi kicauannya, lakukan pemasteran dengan memakai bunyi burung-burung lain yang gacor atau dengan bunyi dari Mp3 player, alasannya Tledekan Gunung termasuk burung yang cerdas dan bisa menirukan suara-suara kicauan burung lain yang sering didengarnya.

Tempel Tledekan Gunung dengan burung-burung kecil yang gacor menyerupai burung Pleci, Gelatik, Kenari, Kolibri dan lainnya. Selain berfungsi sebagai masteran, bunyi burung-burung kecil yang gacor tersebut akan memancing Tledekan Gunung untuk berkicau menyahuti, alasannya semakin berisik maka Tledekan Gunung juga akan semakin ngotot berkicau dengan lantang.

Dengan perawatan yang teratur dan konsisten, maka Tledekan Gunung yang kita rawat akan lebih rajin berkicau dan cepat gacor sehingga kita bisa menikmati kemerduan bunyi kicauannya setiap hari.

Karena pada dasarnya, faktor utama supaya burung menjadi gacor ialah "Mental", sedangkan teladan perawatan menyerupai pengembunan, mandi, penjemuran, sumbangan pakan dan Ekstra fooding (EF), serta pemasteran hanya merupakan faktor pendukung saja.

Jika burung sudah mapan dengan lingkungan sekitarnya dan tidak merasa tertekan atau takut lagi dengan suasana di lingkungan barunya, niscaya burung akan rajin bunyi dan lama-kelamaan menjadi gacor.

Baca juga:

Ciri-ciri Tledekan Gunung jantan dan betina

Cara merawat Tledekan Gunung bahan/bakalan supaya bertahan hidup dan rajin bunyi

Perawatan yang sempurna untuk Trucukan pada ketika mabung/nyulam bulu

Demikian gosip wacana "Perawatan sempurna untuk Tledekan Gunung supaya rajin bunyi dan cepat gacor". Untuk gosip lain seputar Tledekan Gunung, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Tledekan Gunung

Jumat, 26 Februari 2016

Pakan Dan Ekstra Fooding (Ef) Yang Cocok Untuk Kacer

Kacer merupakan burung petarung yang mempunyai bunyi kicauan merdu dan bervariasi, serta mempunyai gaya tarung ngobra yang khas.

Untuk sanggup menampilkan performa terbaiknya, Kacer memerlukan stamina yang prima untuk menunjang karakternya sebagai petarung yang mempunyai gaya tarung atraktif.

Agar Kacer mempunyai stamina yang prima, maka harus diberikan Pakan dan Ekstra fooding (EF) yang cocok dan sesuai dengan karakternya, serta dengan porsi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya.

Berikut ini ialah beberapa jenis Pakan dan Ekstra fooding (EF) yang cocok untuk Kacer:

• Voer

Voer ialah pakan utama untuk Kacer yang dipelihara didalam kandang, tujuannya supaya lebih simpel dalam perawatan hariannya, alasannya ialah kita cukup memperlihatkan voer satu cepuk saja sudah cukup untuk makan Kacer selama beberapa hari tanpa harus kuatir Kacer akan kelaparan.

Tapi kandungan nutrisi dalam voer tidak akan sanggup menyamai kandungan nutrisi dari pakan alami Kacer menyerupai serangga, ulat dan binatang-binatang kecil lainnya yang tentunya mempunyai kandungan nutrisi yang jauh lebih elok dan lengkap jikalau dibandingkan dengan pakan buatan pabrik (voer).

Dalam menentukan voer untuk Kacer juga jangan asal burungnya doyan saja. Pilihlah voer yang mempunyai kandungan protein tinggi supaya sanggup menunjang kebutuhan protein Kacer setiap harinya.

Untuk kandungan materi baku voer juga harus diubahsuaikan dengan huruf Kacer yang akan mengkonsumsi voer tersebut, misalnya:

- Voer yang pada komposisi materi bakunya terdapat kandungan rumput maritim cocok untuk Kacer yang cepat panas/emosi tinggi/fighter tinggi, alasannya ialah sifat rumput maritim yang cuek sanggup membantu meredam suhu badan Kacer.

- Voer yang pada komposisi materi bakunya terdapat kandungan madu dan telur, cocok untuk Kacer yang lambat panas/kurang emosi/fighter rendah. Karena telur dan madu berguna untuk menghangatkan badan Kacer.

• Ekstra fooding (EF)

Ekstra fooding (EF) ialah salah satu potongan paling penting untuk memaksimalkan performa seekor Kacer, terutama untuk Kacer lapangan/Kacer lomba, alasannya ialah keuntungannya ialah sebagai sumber protein utama yang berperan untuk mendongkrak stamina dan birahi Kacer. Karena tanpa Ekstra fooding (EF), Kacer niscaya akan loyo.

Jenis-jenis Ekstra fooding (EF) yang elok untuk Kacer antara lain:

• Jangkrik

Jangkrik ialah sajian Ekstra fooding (EF) yang wajib diberikan untuk semua tipe Kacer, baik itu Kacer dengan tipe fighter tinggi maupun Kacer dengan tipe fighter rendah.

Yang berbeda ialah sajian Ekstra fooding (EF) tambahannya. Untuk Kacer tipe fighter tinggi lebih cocok diberikan pemanis Ekstra fooding (EF) menyerupai kroto, ulat bambu (cilung), dan ulat daun pisang yang mengandung lebih banyak air dan berprotein tinggi untuk meredam suhu badan Kacer supaya tidak meningkat drastis.

Sedangkan untuk Kacer dengan tipe fighter rendah lebih cocok diberikan pemanis Ekstra fooding (EF) menyerupai ulat hongkong (UH), ulat sangkar (UK), larva tawon, dan belalang. Beberapa jenis Ekstra fooding (EF) tersebut bersifat panas dan sanggup meningkatkan suhu badan serta tensi Kacer secara signifikan, sehingga emosinya juga akan naik.

Usahan untuk memperlihatkan jangkrik alam alasannya ialah kandungan proteinnya lebih tinggi dari jangkrik broiler.

• Ulat hongkong (UH)

Ekstra fooding (EF) ini sangat dibutuhkan untuk Kacer yang lambat panas/fighter rendah, fungsinya untuk menaikkan tensi Kacer supaya emosi naik sehingga menjadi lebih bergairah dan responsif terhadap keberadaan Kacer lain disekitarnya.

Ulat hongkong (UH) tidak cocok untuk Kacer dengan huruf fighter tinggi alasannya ialah akan membuatnya over emosi, tapi pada dikala cuaca dingin/hujan ulat hongkong (UH) juga sanggup diberikan untuk Kacer tipe fighter tinggi untuk menjaga suhu tubuhnya supaya tetap stabil.

Karena sifatnya yang panas, ulat hongkong (UH) juga sanggup dipakai pada dikala Kacer dalam masa mabung untuk mempercepat rontoknya bulu-bulu usang Kacer.

Usahakan untuk memperlihatkan ulat hongkong (UH) yang gres berganti kulit, atau yang masih berwarna putih.

• Belalang

Belalang sesungguhnya merupakan Ekstra fooding (EF) terbaik untuk Kacer alasannya ialah kandungan proteinnya yang lebih tinggi dari Ekstra fooding (EF) jenis lainnya.

Belalang sangat cocok dipakai untuk Kacer yang lambat panas/kurang fighter. Tapi alasannya ialah sulit untuk mendapatkannya, belalang sanggup kita jadikan sebagai Ekstra fooding (EF) alternatif saja. Pilihlah belalang yang masih muda/belum tumbuh sayapnya.

• Kelabang

Kelabang sanggup dijadikan Ekstra fooding (EF) alternatif untuk mendongkrak emosi Kacer yang lambat panas/tipe fighter rendah alasannya ialah sifatnya panas dan sanggup menaikkan suhu badan Kacer secara signifikan.

Sebelum diberikan pada Kacer, capit dan ujung ekornya (sengatnya) terlebih dulu harus dibuang alasannya ialah mengandung racun. Kelabang sanggup dijadikan sebagai Ekstra fooding (EF) alternatif alasannya ialah cukup sulit untuk mendapatkannya.

• Kroto

Kroto sangat dibutuhkan untuk Kacer yang over emosi/tipe fighter tinggi, alasannya ialah kroto mengandung banyak air sehingga tidak mempunyai dampak yang terlalu panas jikalau dikonsumsi Kacer.

Tapi kandungan protein pada kroto yang sangat tinggi sangat bermanfaat untuk mendongkrak birahi dan stamina Kacer, sehingga untuk Kacer yang mempunyai huruf fighter tinggi sangat cocok diberikan kroto alasannya ialah akan sinkron antara emosi, birahi dan staminanya.

• Ulat daun pisang

Ulat yang hidup didalam gulungan daun pisang ini sangat baik untuk dipakai sebagai sajian Ekstra fooding (EF) untuk Kacer, terutama yang mempunyai huruf gampang emosi/tipe fighter tinggi. Kandungan air dalam ulat daun pisang bermanfaat mendinginkan suhu badan Kacer sehingga emosinya tidak terlalu meledak-ledak.

Kandungan protein ulat daun pisang juga cukup tinggi dan tentunya sangat elok untuk mendongkrak stamina dan birahi Kacer. Ulat daun pisang juga sanggup dijadikan Ekstra fooding (EF) altetnatif untuk Kacer alasannya ialah tidak gampang untuk mendapatkannya.

Sebelum diberikan pada Kacer, bersihkan dulu serbuk putih yang ada pada permukaan ulat daun pisang memakai air hingga bersih.

• Ulat bambu

Karakter ulat bambu (cilung) menyerupai dengan ulat daun pisang, sehingga sangat cocok diberikan pada Kacer yang cepat panas/mudah emosi/fighter tinggi. Ulat ini banyak dijual dikios-kios burung, jadi ulat bambu (cilung) sanggup dipakai kapan saja dikala kita membutuhkannya.

• Larva tawon

Larva tawon bersifat panas dan sanggup meningkatkan suhu badan Kacer secara signifikan. Larva tawon cocok diberikan sebagai Ekstra fooding (EF) untuk Kacer yang lambat panas/kurang emosi/fighter rendah.

Tapi jikalau diberikan secara berlebihan sanggup menimbulkan bulu-bulu Kacer rontok alasannya ialah larva tawon mempunyai dampak panas yang lebih tinggi dari ulat hongkong (UH).

Karena itu, larva tawon juga sangat elok jikalau diberikan pada Kacer pada dikala memasuki masa mabung untuk membantu mempercepat proses perontokan bulu-bulu usang Kacer.

• Ulat sangkar (UK)

Ulat kecil yang banyak terdapat dipeternakan ayam tersebut mempunyai huruf yang hampir sama dengan ulat hongkong (UH), yaitu mempunyai dampak panas jikalau dikonsumsi Kacer secara berlebihan.

Ulat sangkar (UK) cocok untuk Kacer yang lambat panas/kurang emosi. Ulat ini juga sanggup diberikan pada dikala cuaca dingin/musim hujan menyerupai halnya ulat hongkong (UH) dan larva tawon untuk menghangatkan badan Kacer.

• Cacing

Cacing juga sanggup kita jadikan Ekstra fooding (EF) alternatif untuk Kacer tipe fighter tinggi, fungsinya untuk menurunkan tensi Kacer yang emosinya meluap-luap. Bersihkan dulu kotoran yang ada didalam perut cacing sebelum diberikan pada Kacer.

Beberapa jenis Ekstra fooding (EF) di atas sanggup kita berikan pada Kacer sebagai Ekstra fooding (EF) harian atau hanya pada dikala menjelang lomba untuk mendongkrak performanya.

Pilihlah jenis Ekstra fooding yang cocok untuk Kacer sesuai dengan karakternya masing-masing supaya risikonya lebih maksimal.

Baca juga:

Menyesuaikan perawatan Kacer dengan karakternya

Penyebab dan cara mengatasi Kacer yang kurang fighter

Terapi sauna untuk mendongkrak emosi dan mental fighter Kacer

Demikian isu wacana "Pakan dan Ekstra fooding (EF) yang cocok untuk Kacer". Untuk isu lain seputar Kacer, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Ekstra fooding (EF) yang umum diberikan pada Kacer

Perawatan Untuk Kacer Lapangan Dan Kacer Rumahan

Dalam merawat Kacer, tidak sanggup disamakan antara perawatan Kacer lapangan yang dikhususkan untuk lomba dengan perawatan Kacer rumahan yang hanya untuk klangenan dirumah saja.

Jika kita memelihara Kacer dengan tujuan untuk dilombakan, tentunya tidak sanggup selalu didengarkan suaranya dirumah. Karena kalau Kacer terlalu gacor dirumah, biasanya performa Kacer tersebut tidak akan sanggup maksimal ketika mengikuti lomba (gembos).

Jadi, bila kita merawat Kacer untuk tujuan lomba, maka jangan terlalu berharap sanggup menikmati bunyi kicauannya setiap ketika dirumah, alasannya yakni biasanya Kacer lomba yang dalam kondisi pucak justru tidak akan terlalu gacor dirumah.

Kacer yang dalam performa terbaiknya (siap tempur), hanya akan bunyi seperlunya saja dirumah atau bahkan hanya ngeriwik saja seharian, apalagi untuk Kacer yang sehari-harinya menerapkan perawatan full kerodong, tetunya akan lebih banyak membisu untuk menyimpan tenaga.

Sedangkan Kacer rumahan justru malah sebaliknya, burung akan sangat gacor dirumah dan sanggup kita nikmati bunyi kicauannya setiap saat, alasannya yakni bahwasanya gacornya Kacer tersebut yakni cerminan dari kondisinya yang serba kekurangan.

Kacer rumahan tidak perlu dikerodong pada siang hari biar selalu berkicau sepanjang hari dan cukup dikerodong pada malam hari saja.

Kacer rumahan juga tidak memerlukan perawatan khusus, cukup diberikan voer dalam cepuknya setiap hari dengan komplemen Ekstra fooding (EF) secukupnya saja, serta mandi dan jemur seperlunya tanpa perlu settingan atau treatment khusus niscaya akan tetap gacor asal sudah mapan.

Justru dalam kondisi yang serba kekurangan itulah Kacer akan terus berkicau sebagai cara untuk menutupi kondisinya yang lemah.

Kacer rumahan tidak memerlukan perlakuan khusus menyerupai settingan kombinasi Ekstra fooding (EF) yang harus pas, durasi penjemuran yang harus tepat, pengaturan kegiatan mandi, latihan fisik dikandang umbaran, dan masih banyak lagi teladan perawatan lainnya yang harus diterapkan pada Kacer lapangan untuk memaksimalkan performanya di arena lomba.

Pola perawatan Kacer rumahan tentunya sangat berbeda dengan Kacer lapangan yang mutlak harus maksimal dan sinkron antara mental dan fisiknya. Dan untuk memaksimalkan kondisi fisik dan mentalnya, Kacer lapangan wajib menjalani beberapa treatment khusus yang kadang tergolong ekstrim.

Perawatan untuk Kacer lapangan meliputi:

• Pakan dan Ekstra fooding (EF)

Untuk pakan utamanya, tetap sediakan voer didalam cepuknya biar Kacer sanggup makan ketika merasa lapar. Pilihlah voer yang kandungan proteinnya tinggi biar sanggup melengkapi kebutuhan nutrisi harian Kacer. Sesuaikan kandungan materi baku voer dengan abjad Kacer yang mengkonsumsinya.

Sedangkan untuk Ekstra fooding (EF), porsinya harus tepat, dilarang kurang atau berlebihan alasannya yakni Kacer lapangan mutlak harus mempunyai stamina yang prima, jadi asupan pakannya harus cukup dan seimbang.

Jenisnya juga harus diadaptasi dengan abjad Kacer itu sendiri, alasannya yakni bila Ekstra fooding (EF) yang dikonsumsi Kacer tidak diadaptasi dengan karakternya, justru akan menurunkan performanya.

• Mandi

Perawatan mandi untuk Kacer lapangan juga dilarang asal-asalan, alasannya yakni kita harus jeli melihat kapan waktunnya Kacer harus mandi. Karena mandi mempunyai imbas yang cukup besar pada performa Kacer dilapangan.

Kita harus sanggup megatur suhu badan Kacer biar tetap berada pada level yang ideal. Karena ada tipe Kacer yang membutuhkan mandi lebih sering untuk menyetabilkan emosinya dan ada juga Kacer yang tidak membutuhkan banyak mandi biar suhu tubuhnya tidak turun dan emosinya tetap stabil.

Berbeda dengan Kacer rumahan yang sanggup dimandikan setiap hari biar penampilannya tetap higienis dan klimis sehingga lezat dipandang. Mandi juga akan menciptakan timbulnya birahi pada Kacer, dan secara naluri pada ketika dalam kondisi birahi Kacer akan rajin berkicau untuk menarik perhatian Kacer betina.

• Jemur

Penjemuran untuk Kacer lapangan juga harus diadaptasi dengan karakternya, alasannya yakni untuk Kacer dengan abjad super fighter tidak membutuhkan penjemuran yang usang biar tidak over emosi yang justru akan berdampak jelek pada performa Kacer.

Sedangkan untuk Kacer yang lambat panas/kurang fighter/fighter rendah, membutuhkan penjemuran yang lebih usang untuk menaikkan emosinya, bahkan bila perlu sanggup diterapi dengan jemur sauna (burung kering kerodong kering) untuk mendongkrak emosinya biar Kacer menjadi lebih bringas sekaligus melatih nafasnya biar lebih panjang.

Tapi untuk melaksanakan cara ini harus benar-benar di awasi biar tidak tetjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Setelah burung terlihat mangap dan gelisah harus segera diangkat, buka kerodong dan di angin-anginkan biar suhu tubuhnya turun gres dikerodong lagi untuk istirahat.

• Kerodong

Pengerodongan juga cukup penting untuk Kacer lomba, alasannya yakni fungsinya untuk membatasi interaksi Kacer dengan lingkungan sekitarnya sehingga Kacer tidak terganggu dengan suasana disekitarnya dan sanggup lebih hening untuk beristirahat.

Untuk Kacer tipe fighter tinggi tidak perlu full kerodong, cukup dikerodong pada malam hari saja. Pada siang hari tidak perlu dikerodong biar emosinya tidak semakin meluap. Sedangkan untuk Kacer tipe fighter rendah perlu untuk selalu dikerodong biar emosinya tetap tinggi.

• Umbaran

Pengumbaran sangat diharapkan untuk Kacer lomba untuk melatih staminanya biar selalu prima. Untuk Kacer dengan tipe fighter tinggi, perlu untuk sering diumbar untuk membuang birahi dan emosinya yang meluap-luap.

Sedangkan untuk Kacer dengan abjad fighter rendah tidak terlalu memerlukan umbaran, cukup dijemur maksimal dan full kerodong saja untuk melatih nafasnya dan juga untuk mendongkrak emosinya. Kalaupun diumbar cukup seminggu sekali saja untuk menjaga fisiknya biar selalu fit. Karena Kacer tipe ini justru harus sering istirahat untuk menyimpan tenaganya.

Baca juga:

Pakan dan Ekstra fooding (EF) yang cocok untuk Kacer

Kelebihan dan kekurangan Kacer trotolan hutan dan Kacer trotolan penangkaran

Cara merawat Kacer trotolan biar mempunyai mental petarung sehabis dewasa

Demikian isu wacana "Perawatan untuk Kacer lapangan dan Kacer rumahan". Untuk isu lain seputar Kacer, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Kacer ngobra

Kamis, 25 Februari 2016

Cara Mengetahui Kualitas Dan Aksara Seekor Kacer Dari Ciri-Ciri Fisiknya (Katuranggan)

Istilah Katuranggan tentunya sudah tidak absurd lagi dikalangan Kicau Mania. Katuranggan ialah ilmu untuk memprediksi kualitas dan huruf seekor burung dari bentuk fisiknya.

Mengenai kebenarannya atau ke akuratannya belum sanggup dibuktikan secara pasti. Tapi tidak ada salahnya jikalau kita memakai cara ini sebagai tumpuan untuk meramal kualitas dari burung yang akan kita pelihara. Dan pada artikel kali ini akan membahas perihal Katuranggan Kacer.

Berikut ini beberapa ciri-ciri fisik Kacer yang menggambarkan kualitas dan karakternya:

1. Kepala

• Bentuk kepala cepak/papak menerangkan Kacer bermental tangguh yang pembangkang dan tahan gempuran.

• Bentuk kepala besar dan bundar menerangkan Kacer yang cerdas dan simpel merekam lebih banyak materi isian.

2. Paruh

• Bentuk paruh tebal menerangkan Kacer mempunyai volume bunyi yang keras dan tebal.

• Bentuk paruh tipis dan runcing menerangkan volume bunyi Kacer cederung lebih tajam/kristal.

• Bentuk paruh lurus menerangkan Kacer mempunyai gaya tarung duduk manis/nagen satu titik.

• Bentuk paruh melengkung menerangkan Kacer mempunyai gaya tarung atraktif naik turun plangkringan.

• Bentuk paruh celah menerangkan Kacer dengan volume bunyi keras dan tembus.

3. Lubang hidung

• Lubang hidung yang kecil menerangkan Kacer yang susah menyesuaikan diri dengan lingkungan gres (mental rumahan/jago kandang).

• Lubang hidung yang besar menerangkan Kacer yang simpel menyesuaikan diri dengan lingkungan gres (fighter sejati).

4. Mata

• Bentuk mata yang melotot dengan sorot mata tajam menerangkan Kacer bermental fighter tinggi dan mempunyai huruf menyerang.

• Mata sipit dan sayu menerangkan Kacer yang simpel terkejut dan kurang fighter.

5. Leher

• Bentuk leher jenjang menerangkan Kacer dengan tipe bunyi speed rapat.

• Bentuk leher panjang dan besar menerangkan Kacer dengan tipe bunyi speed rapat dengan kombinasi tembakan.

• Bentuk leher pendek menerangkan Kacer dengan tipe bunyi ngeroll.

• Bentuk leher pendek dan besar menerangkan Kacer dengan tipe bunyi roll tembak.

6. Dada

• Kacer dengan dada lebar membusung menerangkan mempunyai mental fighter yang kuat.

• Kacer dengan dada sempit menerangkan kurang fighter.

7. Badan

• Bentuk badan yang agak membungkuk (bongkok udang) dengan ekor melengkung kebawah mendekati plangkringan menerangkan Kacer dengan huruf petarung.

• Badan yang besar menerangkan power yang mantab.

• Badan yang pendek (buntet) menerangkan Kacer yang tidak stabil/susah disetting.

• Badan yang panjang dan ramping menerangkan Kacer dengan gaya main yang atraktif dan bermental tangguh.

8. Sayap

• Sayap dengan strip putih yang tebal (dalam kondisi normal/tidak sedang tarung) menerangkan tipe Kacer yang simpel kondisi.

• Sayap dengan strip putih yang tipis (dalam kondisi normal/tidak sedang tarung) menerangkan tipe Kacer yang susah kondisi.

9. Ekor

• Ekor yang panjang menerangkan Kacer dengan gaya tarung atraktif naik turun plangkringan.

• Ekor yang pendek menerangkan Kacer dengan gaya tarung duduk satu titik.

10. Kaki

• Kaki yang panjang menerangkan Kacer dengan gaya tarung yang atraktif naik turun plangkringan.

• Kaki yang pendek menerangkan Kacer dengan gaya tarung duduk satu titik.

11. Cakar

• Cakar yang besar dan kokoh menerangkan Kacer dengan mental fighter yang kuat.

• Cakar yang kecil menerangkan Kacer dengan mental fighter yang lemah.

• Cengkeraman yang berpengaruh menerangkan Kacer dengan huruf menyerang.

• Cengkeraman yang lemah menerangkan Kacer dengan huruf bertahan.

Ciri-ciri Kacer menurut katuranggan tersebut tidak sanggup dijadikan patokan yang akurat 100% untuk mementukan kualitas dari seekor Kacer, tapi cukup dijadikan sebagai materi pertimbangan saja sebelum kita menentukan Kacer.

Kualitas Kacer itu sendiri bersama-sama relatif dan tidak ditentukan oleh katuranggan saja, masih banyak faktor lain yang menentukan elok dan tidaknya kualitas seekor Kacer, diantaranya ialah faktor keturunan (gen), faktor perawatan dan perlakuan sehari-hari, hingga pada settingan harian dan lomba yang tepat.

Baca juga:

Perawatan untuk Kacer lapangan dan Kacer rumahan

Pakan dan Ekstra fooding (EF) yang cocok untuk Kacer

Kelebihan dan kekurangan Kacer trotolan hutan dan Kacer trotolan penangkaran

Demikian gosip perihal "Cara mengetahui kualitas dan huruf seekor Kacer dari ciri-ciri fisiknya (Katuranggan)". Untuk gosip lain seputar Kacer, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Kacer Poci

Rabu, 24 Februari 2016

Metode Pemasteran Yang Efektif Untuk Burung Kicau

Pemasteran yaitu suatu cara untuk mengajarkan seekor burung semoga sanggup menirukan bunyi burung lain atau suara-suara lainnya yang menjadi masternya.

Tujuan dari pemasteran yaitu semoga burung yang dimaster tersebut mempunyai banyak variasai isian/materi lagu sehingga bunyi kicauannya menjadi tidak monoton.

Pemasteran memang tidak wajib dilakukan, apalagi untuk burung-burung yang hanya dipelihara untuk rumahan saja. Tetapi untuk burung-burung yang dipelihara untuk tujuan lomba, maka pemasteran menjadi point yang cukup penting untuk dilakukan untuk memperkaya bahan lagunya.

Jika bahan lagunya lebih variatif tentu akan menjadi nilai tambah bagi burung tersebut saat dilombakan, alasannya yaitu bahan lagu juga termasuk dalam salah satu kriteria evaluasi juri dalam lomba burung kicau.

Burung lapangan yang mempunyai bahan lagu lebih variatif dengan suara-suara tonjolan yang glamor serta dibawakan dengan irama lagu yang serasi tentunya akan terlihat lebih istimewa dan lebih menonjol dibanding burung-burung lainnya, sehingga kemungkinan burung tersebut untuk menjadi juara akan lebih besar.

Pemasteran untuk burung kicauan sanggup dilakukan dengan dua cara, yaitu:

1. Menggunakan burung asli

Cara ini sangat efektif alasannya yaitu bunyi yang didengar oleh burung yang dimaster yaitu bunyi alami dengan intonasi yang jelas. Suaranya juga sanggup didengar sepanjang hari dengan jeda yang alami sehingga akan lebih gampang direkam oleh burung yang dimaster.

Kelemahan dari cara ini yaitu membutuhkan biaya lebih banyak alasannya yaitu harus membeli burung-burung masteran yang sudah gacor yang harganya cukup mahal.

Disamping itu, kita juga harus meluangkan lebih banyak waktu untuk merawat burung-burung masteran tersebut, dan perawatan sehari-harinya juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit bila kita memelihara beberapa ekor burung masteran sekaligus.

2. Menggunakan Mp3 player

Cara ini sebenarnya kurang efektif alasannya yaitu berpotensi menciptakan burung yang dimaster menjadi stres dan jenuh alasannya yaitu bunyi dari Mp3 player yang terus berulang-ulang tanpa jeda yang alami.

Kualitas bunyi yang dihasilkan dari Mp3 player juga belum tentu bagus, intonasi serta frekuensinya juga tidak akan sebagus bunyi burung asli.

Kelebihan dari pemasteran memakai bunyi Mp3 yaitu lebih mudah dan tidak memerlukan biaya yang mahal bila dibandingkan dengan memakai burung asli.

Jenis bunyi dari Mp3 player juga sanggup lebih banyak dan lebih bervariasi tergantung impian kita tanpa perlu mengeluarkan biaya pemanis lagi. Selain itu, kita juga tidak perlu repot memikirkan perawatan sehari-harinya.

Baca juga:

Cara mengetahui kualitas dan abjad seekor Kacer dari ciri-ciri fisiknya (Katuranggan)

Perawatan untuk Kacer lapangan dan Kacer rumahan

Beberapa manfaat terapi umbaran untuk burung kicauan

Demikian isu ihwal "Metode pemasteran yang efektif untuk burung kicau". Untuk isu lain seputar burung kicau, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Proses pemasteran burung

Selasa, 23 Februari 2016

Perbandingan Performa Antara Burung Yang Mengkonsumsi Voer Dengan Burung Yang Mengkonsumsi Pakan Alami

Bagi para penggemar burung kicau, terutama penggemar burung-burung pemakan serangga tentunya sudah tidak gila lagi dengan voer (pakan buatan pabrik), alasannya yaitu memang sudah menjadi pakan wajib untuk burung peliharaan supaya lebih simpel dalam perawatan hariannya.

Dengan memperlihatkan voer sebagai pakan hariannya, kita tidak lagi repot harus bolak-balik memperlihatkan masakan untuk burung peliharaan kita. Selain itu, kalau burung mengkonsumsi voer tentunya akan lebih ekonomis dan biaya perawatannya menjadi lebih murah dibandingkan dengan yang mengkonsumsi full pakan alami.

Tapi bagaimana dengan performa burung yang mengkonssi voer tersebut..??
Apakah kandungan nutrisi dalam voer bisa setara dengan pakan alaminya..??

Pada kemasan pakan buatan pabrik (voer) biasanya dicantumkan tabel kandungan nutrisi dan semua unsur yang terdapat pada komposisi voer tersebut.

Kalau berdasarkan tabel pada kemasan, kandungan nutrisi pada voer sebetulnya sudah cukup lengkap, dan seharusnya cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian burung.

Tapi kenyataannya tidak demikian, walaupun semua unsur yang ada dalam pakan tersebut sudah cukup lengkap berdasarkan yang tertera pada tabel dikemasannya, namun kenyataannya burung yang hanya mengkonsumsi voer saja performanya tidak bisa maksimal, dan kalah dengan burung yang mengkonsumsi pakan alami. Karena bagaimanapun juga, pakan alami tetap lebih manis untuk seekor burung alasannya yaitu lebih sesuai dengan sistem metabolisme badan burung.

Oleh alasannya yaitu itu, dalam perawatan sehari-harinya sering kita berikan pakan tambahan/Ekstra fooding (EF) untuk melengkapi kebutuhan nutrisi burung. Tapi apakah pertolongan Ekstra fooding (EF) tersebut sudah bisa mencukupi kebutuhan nutrisi burung.?? Tentu tergantung pada porsi pemberiannya.

Burung yang sehari-harinya lebih banyak mengkonsumsi masakan alami mempunyai stamina yang lebih manis daripada burung yang lebih banyak mengkonsumsi voer.

Kita ambil teladan Cucak ijo (CI) yang hanya mengkonsumsi buah-buahan dan Ekstra fooding (EF) ibarat jangkrik, kroto, dan ulat hongkong (UH) sebagai hidangan pakan hariannya, atau Kenari yang hanya mengkonsumsi biji-bijian dan Ekstra fooding (EF) ibarat sayuran, buah-buahan dan telur rebus setiap harinya.

Kedua jenis burung tersebut bisa berkicau sepanjang hari dari pagi hingga sore nyaris tanpa henti, dan staminanya tidak kendor sama sekali. Coba bandingkan dengan burung yang mengkonsumsi voer setiap harinya, walaupun rajin berkicau tapi kurang maksimal alasannya yaitu staminanya tidak akan bisa bertahan lama.

Mungkin burung juga sama ibarat Manusia, misalnya kita yang dari kecil terbiasa makan nasi sebagai masakan pokok kita tentunya akan merasa ada yang kurang kalau belum makan nasi walaupun sudah mengkonsumsi masakan lainnya.

Misalnya saja dalam sehari kita hanya makan roti atau mie saja, niscaya kita akan merasa lemas tidak bertenaga. Mungkin demikian juga yang dirasakan oleh seekor burung yang akan tetap hidup dengan hanya mengkonsumsi voer yang bahwasanya bukan merupakan masakan pokoknya.

Seetulnya burung merasa tidak nyaman dengan hanya mengkonsumsi voer saja. Burung terpaksa memakan voer alasannya yaitu merasa lapar dan tidak ada pilihan lain selain mengkonsumsi voer tersebut.

Sebetulnya tidak ada burung yang menyukai voer, itu terbukti dikala kita sediakan pakan alaminya berupa buah-buahan atau serangga, maka burung akan lebih menentukan memakan pakan alami tersebut dan tidak akan memakan voer sebelum pakan alami yang kita berikan tersebut habis. Setelah pakan alaminya habis dan burung merasa lapar, maka voer menjadi pilihan tetakhir untuk dimakan.

Jadi, kalau kita menginginkan burung yang kita pelihara mempunyai performa yang maksimal, akan lebih baik kalau setiap hari diberikan pakan alami saja dengan hidangan yang bervariasi supaya burung tidak bosan dan kebutuhan nutrisinya lebih tercukupi.

Pemberian pakan alami memang akan sedikit merepotkan, biaya perawatannya juga menjadi lebih mahal tentunya. Tapi itulah konsekuensinya kalau kita menginginkan performa burung kita lebih maksimal, alasannya yaitu memang itu yang terbaik untuk seekor burung, yaitu pakan alami yang sesuai dengan kebutuhan tubuhnya.

Baca juga:

Metode pemasteran yang efektif untuk burung kicau

Perawatan untuk Kacer lapangan dan Kacer rumahan

Pakan dan Ekstra fooding (EF) yang cocok untuk Kacer

Demikian warta perihal "Perbandingan performa antara burung yang mengkonsumsi voer dengan burung yang mengkonsumsi pakan alami". Untuk warta lain seputar Burung kicau, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Jangkrik dan Voer