Terima kasih
Senin, 11 Januari 2016
Tips Perawatan Ikan Arwana Didalam Aquarium
Terima kasih
Minggu, 10 Januari 2016
Cara Paling Efektif Untuk Melatih Mental Tarung Ayam Bangkok Aduan
Akan tetapi, masih banyak penghobi Ayam Bangkok aduan yang masih resah untuk melatih mental Ayam Bangkoknya. Bahkan tidak sedikit para penghobi yang salah dalam menerapkan latihan mental, sehingga bukannya menjadi bermental juara, tapi malah menjadi rusak.
Latihan jajal tarung sangat dibutuhkan terutama oleh Ayam Bangkok yang akan diturunkan ke gelanggang pertandingan untuk memperkuat dan menawarkan pengalaman tarung lebih banyak.
Latihan jajal tarung perlu dilakukan 30 hari sebelum hari-H pertandingan. Jadwal latihannya sanggup diatur sesuai dengan kondisi Ayam Bangkok yang akan kita latih. Tapi semakin banyak latihan jajal tarung dilakukan, maka akhirnya akan lebih baik.
Latihan mental memakai sistem jajal tarung sanggup dilakukan 5 sehari sekali atau paling sedikit seminggu sekali. Dengan demikian, dalam 30 hari masa latihan, Ayam Bangkok akan menjalani latihan minimal 4-7 kali.
Waktu yang sempurna untuk melaksanakan latihan jajal tarung ialah pada sore hari mulai jam 16.00 hingga 17.00. Setelah Ayam Bangkok melaksanakan latihan jajal tarung, maka tidak perlu melaksanakan latihan lari lagi.
Pada latihan jajal tarung tahap ke-2 ini paruh dan jalu kedua Ayam Bangkok masih tetap dibungkus untuk menghindari luka dan meningkatkan emosinya.
Tapi sebaliknya, jikalau Ayam Bangkok aduan yang kita bimbing tersebut tidak bisa menuntaskan pertarungan hingga 5 ronde, maka Ayam Bangkok tersebut tidak sanggup diturunkan dalam arena pertandingan sebab bisa dikatakan gagal/tidak lulus dan harus memulai lagi latihan mental dan fisik tersebut dari awal untuk bisa mencetak Ayam Bangkok juara.
Dalam melatih mental Ayam Bangkok aduan dengan sistem jajal tarung ini, usahakan untuk menentukan lawan tanding yang mempunyai tehnik bertarung yang berbeda-beda. Dengan demikian, pengalaman yang akan didapat oleh Ayam Bangkok aduan yang kita bimbing akan semakin banyak. Karena semakin banyak latihan jajal tarung yang dijalani, maka akan semakin besar lengan berkuasa mental dan pengalaman tarungnya.
Terima kasih
Sabtu, 09 Januari 2016
Resep Belakang Layar Para Botoh Ayam Bangkok
- 2 ruas jahe seukuran ibu jari
- 2 ekor ikan lele panggang
- 2 ons daging kambing mentah
- 2 batang pengecap buaya
- 2 butir kuning telur ayam kampung/bebek
- Madu murni secukupnya
- Kacang dan garam secukupnya
- 1 sendok teh "merica"
- 5 buah cabe jamu (puyang)
- 1 ekor ikan lele
- Madu murni secukupnya
- Gula aren
- Asam jawa
- 50 gram kencur basah
- 50 gram jahe
- 50 gram kunyit
- 3 butir telur bebek
- Asam jawa secukupnya
- Madu dan gula aren secukupnya
- 2 ruas kencur
- 1 ruas temulawak
- 1 ruas temu giring
- 1 ruas temu ireng
- Gula merah secukupnya
- 2 butir telur bebek
Terima kasih
Jumat, 08 Januari 2016
Cara Ampuh Mengobati Ayam Bangkok Ngorok Dengan Bahan-Bahan Alami
Ngorok merupakan salah satu problem yang sering terjadi pada Ayam Bangkok. Penyakit ini sanggup disebabkan lantaran adanya inveksi basil pada terusan pernafasan Ayam Bangkok.
Ngorok tidak sanggup di anggap sepele lantaran sanggup mengurangi performa Ayam Bangkok aduan di gelanggang pertarungan, lantaran Ayam Bangkok yang menderita penyakit ini akan menjadi gampang lelah lantaran sulit bernafas tanggapan lendir yang terdapat dalam kerongkongan yang menghambat fatwa keluar masuknya udara.
Ngorok sebaiknya segera ditangani dengan pengobatan khusus untuk mencegah terjadinya masalah-masalah kesehatan lainnya pada Ayam Bangkok. Pengobatan penyakit ini sanggup dilakukan secara alami memakai obat-obatan tradisional atau memakai obat kemasan produksi pabrik.
Resep obat tradisional untuk ayam ngorok ini sudah dipakai semenjak jaman dulu oleh para penghobi ayam aduan. Tapi kini ini tidak banyak para penghobi ayam aduan yang memakai obat tradisional untuk mengobati penyakit ngorok.
Sebagian besar penghobi Ayam Bangkok lebih menentukan memakai obat kemasan pabrik lantaran di anggap lebih praktis, padahal khasiat obat tradisional juga tidak kalah dengan obat kemasan pabrik dan tanpa imbas samping tentunya.
Berikut ini beberapa bahan-bahan alami yang sanggup dimanfaatkan untuk mengobati penyakit ngorok pada Ayam Bangkok:
• Daun sirih
Daun sirih memang sudah semenjak usang dikenal sebagai obat untuk menghilangkan lendir, termasuk untuk mengobati penyakit ngorok pada Ayam Bangkok.
Cara membuatnya:
• Siapkan 5 lembar daun sirih, lebih manis lagi bila memakai daun sirih merah kemudian direbus dengan 1 gelas air bersih.
• Air rebusan daun sirih tersebut kemudian disaring dan campurkan dengan air perasan dari 1 butir jeruk nipis.
• Tunggu hingga ramuan tersebut menjadi hangat gres kemudian diminumkan pada Ayam Bangkok yang ngorok 2x sehari setiap pagi dan sore.
• Bawang putih
Selain dipakai sebagai bumbu dapur, bawang putih juga mempunyai banyak manfaat untuk mengobati banyak sekali jenis penyakit pada Manusia dan juga pada hewan, termasuk untuk mengobati ayam ngorok.
Cara membuatnya:
• Parut bawang putih hingga halus, kemudian diperas untuk diambil sarinya.
• Air perasan bawang putih tersebut kemudian diminumkan pada Ayam Bangkok yang menderita sakit ngorok.
• Selain berguna untuk mengobati penyakit ngorok, sari bawang putih juga dipercaya sanggup mengobati cacingan dan juga untuk meningkatkan nafsu makan Ayam Bangkok aduan.
• Getehan
Para penghobi ayam aduan juga sering memakai tanaman getehan untuk mengobati problem ngorok pada ayam jagoannya.
Tanaman getehan yaitu sejenis tanaman perdu yang banyak tumbuh di semak belukar dengan buah berwarna merah dan berdaun lebar.
Tanaman ini memang sangat ampuh untuk mengobati penyakit ngorok pada Ayam Bangkok. Misalkan buah dari tanaman getehan diberikan pada Ayam Bangkok pada sore hari maka pada pagi harinya Ayam Bangkok akan sebuh dari ngorok. Tapi sayangnya tanaman ini cukup sulit ditemukan.
Bagian tanaman getehan yang berguna sebagai obat ngorok yaitu buahnya yang sudah matang (berwarna merah darah).
Cara membuatnya:
• Siapkan beberapa butir buah getehan yang sudah matang kemudian ditumbuk hingga halus.
• Setalah ditumbuk hingga menjadi halus, kemudian diperas dan diambil sarinya.
• Minumkan sari dari buah getehan tersebut pada Ayam Bangkok yang sakit ngorok.
• Jika belum sembuh, ulangi derma ramuan ini sehari sekali pada malam hari.
• Jahe, kunyit dan kencur
Cara membuatnya:
• Siapkan jahe 1/2 ruas, kencur 1 ruas dan kunyit 1 ruas.
• Kemudian ketiga materi tersebut ditumbuk hingga halus.
• Kemudian lolohkan ramuan tersebut pada Ayam Bangkok yang sakit ngorok dan jangan diberikan air minum dulu selama beberapa saat.
Baca juga:
Resep diam-diam para botoh Ayam Bangkok
Cara paling efektif untuk melatih mental tarung Ayam Bangkok aduan
Resep diam-diam untuk menambah stamina Ayam Bangkok
Demikian sedikit info wacana "Cara ampuh mengobati Ayam Bangkok ngorok dengan bahan-bahan alami". Untuk info lain seputar Ayam Bangkok, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Kamis, 07 Januari 2016
Tehnik Pemijahan Ikan Koi Yang Efektif
Hal pertama yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan Koi ialah mempelajari teknik pemijahan terlebih dulu, mulai dari menyiapkan kolam pemijahan, menyiapkan indukan ikan Koi yang berkualitas, menyediakan pakan, sampai perawatan yang harus dilakukan secara intensif.
Untuk indukan, pilihlah ikan Koi yang telah matang secara kelamin, yaitu indukan jantan sudah sanggup menghasilkan sperma dan indukan betina sudah menghasilkan telur yang matang. Indukan ikan Koi jantan minimal harus sudah berumur 2 tahun, dan indukan ikan Koi betina minimal sudah berusia 3 tahun.
Indukan ikan Koi harus dalam kondisi sehat, tidak cacat, sirip dan sisiknya lengkap, penampilannya tampak anggun, seimbang dan aktif.
Postur tubuh ikan Koi betina lebih besar dibanding jantan, dan bab perutnya terlihat lebih besar dari punggungnya. Sedangkan ikan Koi jantan mempunyai postur tubuh lebih langsing dengan perut rata kalau dilihat dari bab punggungnya. Ciri-ciri indukan ikan Koi jantan yang sudah siap kawin yaitu munculnya bintik-bintik putih pada siripnya.
Tehnik perkawinan ikan Koi yang efektif yaitu dengan menjodohkan satu ekor indukan ikan Koi betina dengan 2 atau 3 ekor ikan Koi jantan. Hal itu untuk mengantisipasi kalau salah satu indukan jantan tidak mau kawin, maka akan digantikan oleh pejantan lainnya, jadi kegagalan dalam pemijahan sanggup diminimalisir dengan tehnik ini.
Berikut ini tahapan-tahapan dalam pemijahan ikan Koi:
• Kolam pemijahan
Kolam pemijahan dibentuk terpisah dengan kolam taman. Kolam pemijahan harus mempunyai jalur keluar masuk air tersendiri. Seluruh kolam harus diplester biar sanggup dikeringkan.
Luas kolam pemijahan sanggup bervariasi, mulai dari ukuran 3-6 m2 dengan kedalaman 0,5 m. Pilih lokasi kolam yang terkena sinar matahari, tidak terlalu berisik, terlindung dari jangkauan belum dewasa dan hewan peliharaan.
Sediakan juga kolam penetasan telur dan perawatan benih dengan bentuk persegi panjang atau sanggup juga berbentuk bundar dengan diameter 1,5 hingga 2 m.
Jika memungkinkan sanggup ditambah satu kolam lagi, yaitu kolam untuk menumbuhkan pakan alami yang dipakai untuk mensuplai pakan benih kalau kuning telurnya telah habis. Kedalaman kolam dibentuk sekitar 30 cm, dengan luas kolam antara 6-10 m2 dirasa sudah cukup memadai.
Dinding kolam sanggup dilapisi vinil, yaitu materi yang biasa dipakai untuk menciptakan kolam fiberglass. Dengan diberi lapisan vinil, kolam tersebut lebih terjamin kebersihannya dan imbas dari semen juga sanggup dihilangkan.
• Persiapan kolam ikan Koi
Kolam dikeringkan dulu dibawah terik matahari, pintu keluar masuk air harus dipasang saringan untuk mencegah kemungkinan telur ikan Koi hanyut terbawa arus.
Biasanya ikan Koi akan bertelur dibawah tanaman atau materi apa saja yang sanggup dipakai untuk menempelkan telurnya. Oleh alasannya itu sebaiknya disediakan penempel telur yang memadai biar telur ikan Koi sanggup selamat.
Penempel telur sanggup memakai kakaban yang biasa dipakai untuk pemijahan ikan mas. Kakaban dibentuk dari ijuk yang dijepit dengan bilah bambu dan dipaku atau di ikat.
Kakaban yang ideal terbuat dari ijuk panjang dan rata dengan panjang 120 cm dan lebar 40 cm. Jumlah kakaban harus diadaptasi dengan ukuran tubuh induk ikan Koi betina dan idealnya dipasang 4-6 buah kakaban untuk setiap 1 kg berat tubuh induk ikan Koi betina.
Agar sanggup mengapung, kakaban harus disusun di atas bambu yang masih utuh. Diatas kakaban diberi bilah bambu dan diikat biar susunan kakaban tidak berserakan ketika pasangan induk memijah. Sebelum dipasang, kakaban terlebih dulu dibersihkan, dicuci, dan dibilas biar higienis dari lumpur.
Kemudian kakaban dipasang sehabis kolam di isi air. Air harus selalu mengalir ke dalam kolam pemijahan untuk merangsang pasangan ikan Koi untuk memijah.
Selain memakai kakaban, kawasan penempel telur sanggup juga memakai tanaman air menyerupai hydrilla yang disusun atau memakai potongan tali rafia sebagai pengganti ijuk.
• Pemijahan ikan Koi
Masukkan indukan ikan Koi sekitar pukul 16.00, dan ikan Koi akan mulai memijah pada ketika tengah malam. Induk ikan Koi betina akan berenang mengelilingi kolam yang akan di ikuti oleh induk ikan Koi jantan di belakangnya.
Semakin usang gerakan keduanya akan semakin cepat dan lebih aktif. Indukan ikan Koi jantan akan mulai menempelkan badannya ketika mengikuti indukan ikan Koi betina, dan pada puncaknya indukan ikan Koi betina akan mengeluarkan telurnya dengan sesekali meloncat ke permukaan air. Aktifitas indukan ikan Koi betina tersebut segera di ikuti oleh indukan ikan Koi jantan dengan mengeluarkan cairan spermanya.
Telur-telur yang terkena sperma akan melekat pada kakaban atau materi penempel telur lainnya dan sulit untuk terlepas, tapi ada juga sebagian telur yang jatuh ke dasar kolam.
Perkawinan tersebut akan final pada pagi hari. Segera pisahkan indukan ikan Koi dari telurnya alasannya kalau hingga terlambat maka telur-telurnya sanggup habis dimakan oleh indukannya.
Ada dua cara untuk memisahkan indukan ikan Koi dari telurnya:
- Cara yang pertama dengan memindahkan indukan ikan Koi dari kolam pemijahan dan tetap membiarkan telurnya menetas di kolam tersebut.
- Cara yang kedua dengan memindahkan telur-telurnya ke dalam kolam penetasan.
Sebaiknya memakai cara yang pertama alasannya lebih mudah dan menghemat kolam.
Telur ikan Koi sebaiknya direndam dulu dalam larutan Malachyt green dengan konsentrasi 1/300.000 selama 15 menit sebelum dimasukkan dalam kolam penetasan untu mencegah serangan jamur.
Ketika akan merendam telur sebaiknya kakaban digoyang-goyang pada air biar kotoran yang mungkin menutupi telur sanggup terlepas.
Baca juga:
Tips perawatan ikan Arwana didalam aquarium
Jenis-jenis Ayam Bekisar dan cara membudidayakannya
Tips perawatan Ayam Hutan Hijau biar rajin bunyi
Demikian informasi ihwal "Tehnik pemijahan ikan Koi yang efektif". Untuk informasi lain seputar ikan Koi, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Kolam Yang Ideal Untuk Budidaya Ikan Lele
Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang sanggup hidup dalam kepadatan tinggi. Ikan ini juga mempunyai tingkat konversi pakan menjadi bobot tubuh yang baik. Karena itulah budidaya ikan lele akan sangat menguntungkan jikalau dilakukan secara intensif.
Dalam perjuangan ternak ikan lele ada dua segmen budidaya, yaitu segmen pembenihan dan segmen pembesaran. Segmen pembenihan bertujuan untuk menghasilkan benih ikan lele, sedangkan segmen pembesaran bertujuan untuk menghasilkan ikan lele siap konsumsi.
Berikut ini cara pembuatan bak budidaya ikan lele yang ideal:
Ada banyak sekali macam tipe bak yang sanggup dipakai untuk tempat budidaya ikan lele. Setiap tipe bak mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing bila ditinjau dari segi perjuangan budidaya. Untuk tetapkan bak apa yang cocok, harap pertimbangkan kondisi lingkungan, ketersediaan tenaga kerja dan sumber dana ada.
Tipe-tipe bak yang umum dipakai dalam budidaya ikan lele yakni bak tanah, bak semen, bak terpal, jaring apung dan keramba. Namun dalam artikel ini kita akan membahas bak tanah, mengingat jenis bak ini paling banyak dipakai oleh para peternak ikan. Sebagai pengetahuan tambahan, silahkan baca cara menciptakan bak ikan. Tahapan yang harus dilakukan dalam menyiapkan kolam tanah adalah sebagai berikut:
• Pengeringan dan pengolahan tanah
Sebelum benih ikan lele ditebarkan, bak harus dikeringkan telebih dahulu. Lama pegeringan berkisar antara 3-7 hari, atau tergantung cuaca. Sebagai patokan sanggup dengan melihat permukaan tanah, jikalau sudah terlihat retak-retak, berarti bak sudah sanggup dikatakan sudah kering.
Pengeringan bak bertujuan untuk membasmi mikro organisme jahat yang sanggup berbagi bibit penyakit. Mikro organisme tersebut sanggup berasal dari periode budidaya ikan lele sebelumnya.
Dengan pengeringan dan penjemuran, maka sebagian besar mikro organisme patogen akan mati. Setelah bak dikeringkan, permukaan tanah mulai dibajak atau dibalik memakai cangkul. Pembajakan tanah diharapkan untuk memperbaiki kegemburan tanah dan membuang gas beracun yang tertimbun didalam tanah.
Bersamaan dengan proses pembajakan, angkat lapisan lumpur hitam yang terdapat di dasar kolam. Lumpur tersebut biasanya berbau busuk alasannya yakni menyimpan gas-gas beracun ibarat amonia dan hidrogen sulfida. Gas-gas itu terbentuk dari tumpukan sisa pakan yang tidak dimakan ikan.
• Pengapuran dan pemupukan
Pemberian kapur berfungsi untuk menyeimbangkan keasaman tanam dan membantu memberantas mikro organisme patogen didalam kolam. Jenis kapur yang dipakai yakni dolomit atau kapur tohor.
Pengapuran dilakukan dengan cara ditebar secara merata pada permukaan dasar kolam. Setelah ditaburi kapur, lalu tanah dibalik biar kapur meresap ke bab dalam. Dosis pinjaman kapur yakni 250-750 gram/meter persegi, atau tergantung pada derajat keasaman tanah, alasannya yakni semakin tinggi keasaman tanah maka semakin banyak kapur yang diperlukan.
Langkah berikutnya yakni pemupukan menggunakan campuran pupuk organik yang ditambah pupuk urea dan TSP. Jenis pupuk organik yang dianjurkan adalah pupuk kandang atau pupuk kompos dengan takaran 250-500 gram/meter persegi. Sedangkan untuk takaran pupuk urea dan TSP masing-masing 15 gram dan 10 gram/meter persegi.
Pemberian pupuk pada dasar bak tersebut bertujuan untuk menyediakan nutrisi bagi biota air ibarat fitoplankton dan cacing. Biota tersebut sangat berkhasiat sebagai pakan alami bagi ikan lele.
• Pengaturan air kolam
Ketinggian air bak yang ideal untuk budidaya ikan lele yakni 100-120 cm dengan proses pengisian air dilakukan secara bertahap. Setelah bak diberi pupuk, lalu isi dengan air hingga sebatas 30-40 cm dan biarkan bak tersinari matahari selama satu minggu.
Dengan kedalaman 30-40 cm, sinar matahari masih sanggup menembus hingga dasar bak dan menciptakan biota didasar bak ibarat fitoplankton sanggup tumbuh dengan baik. Air bak yang sudah ditumbuhi fitoplankton akan berwarna kehijauan.
Setelah didiamkan selama satu minggu, benih ikan lele sudah sanggup ditebar ke dalam kolam. Selanjutnya, air bak mulai ditambah secara terencana sesuai dengan pertumbuhan ikan lele hingga pada ketinggian yang ideal yaitu 100-120 cm.
Baca juga:
Tehnik pemijahan ikan Koi yang efektif
Tips perawatan ikan Arwana didalam aquarium
Cara ampuh mengobati Ayam Bangkok ngorok dengan bahan-bahan alami
Demikian sedikit isu wacana "Kolam yang ideal untuk budidaya ikan lele". Untuk isu lain seputar ikan konsumsi, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Rabu, 06 Januari 2016
Cara Terbaik Semoga Sukses Dalam Budidaya Ikan Bawal
Ikan bawal yaitu jenis air tawar yang berasal dari Brazil. Tujuan dari introduksi ikan bawal yaitu untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan di Indonesia.
Ikan bawal termasuk salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di Indonesia mirip halnya ikan lele, ikan mujair, ikan nila, ikan mas dan ikan gurami.
Ikan bawal tidak terlalu sulit untuk dibudidayakan alasannya secara alami ikan ini termasuk ikan yang gampang menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan baru.
Ikan bawal yang telah tersebar dan berkembang serta dikenal oleh masyarakat Indonesia termasuk jenis (species) Colossomaspp. Yaitu Colossoma macropomum dan Colossoma bracipomum. Kedua jenis ikan bawal ini mirip atau identik dengan jenis (spesies) ikan bawal yang disebut Cachama (Colossoma oculus) yang berkembang dan hidup di Amerika dan Venezuella.
Ikan bawal merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai nilai irit cukup tinggi. Pada mulanya ikan bawal diperdagangkan sebagai ikan hias, namun alasannya pertumbuhannya sangat cepat, serta mempunyai rasa daging yang cukup yummy (hampir ibarat daging ikan gurami), maka masyarakat kemudian mengakibatkan ikan bawal sebagai ikan konsumsi.
Karena seruan pasar yang semakin tinggi, maka produksinya setiap tahun juga semakin meningkat. Tentu saja hal itu mengakibatkan budidaya ikan bawal menjadi salah satu peluang perjuangan yang cukup menjanjikan.
Tujuan dari perjuangan pembesaran ikan bawal yaitu untuk mendapat ikan ukuran konsumsi atau ukuran yang disukai oleh konsumen. Pembesaran ikan bawal sanggup dilakukan di bak tanah maupun bak permanen, baik secara monokultur maupun polikultur.
Kelebihan ikan bawal:
• Pertumbuhannya cukup cepat.
• Nafsu makan tinggi dan termasuk pemakan segalanya, tapi lebih banyak memakan dedaunan.
• Memiliki ketahanan yang baik terhadap kondisi perairan yang kurang baik.
• Memiliki rasa daging yang cukup enak, hampir mirip daging ikan gurami.
Persiapan bak pembesaran:
Kolam untuk pemeliharaan ikan bawal dipersiapkan mirip bak untuk budidaya ikan air tawar lainnya. Persiapan bak ini dimaksudkan untuk menumbuhkan masakan alami dalam jumlah yang cukup sebagai cadangan masakan untuk bibit ikan bawal yang akan dipelihara.
• Pertama bak dikeringkan dulu hingga tanah bab dasarnya benar-benar menjadi kering. Tujuan pengeringan tanah pada dasar bak antara lain:
- Untuk mambasmi ikan-ikan liar yang bersifat predator atau kompetitor dalam perebutan makanan
- Mengurangi senyawa-senyawa asam sulfida (H2S) dan senyawa beracun lainnya yang terbentuk selama bak terendam.
- Memungkinkan terjadinya pertukaran udara (aerasi) pada pelataran kolam. Dalam proses ini gas-gas oksigen akan mengisi celah-celah dan pori-pori tanah.
• Sambil menunggu tanah dasar bak kering, pematang kolam/dinding bak dicek dan diperbaiki untuk menutup kebocoran-kebocoran yang ada.
• Setelah dasar bak benar-benar kering, kemudian ditaburi kapur tohor maupun dolomit dengan takaran 25 kg per 100 meter persegi. Hal ini untuk meningkatkan pH tanah dan juga untuk membunuh hama maupun patogen yang masih sanggup bertahan sehabis proses pengeringan kolam.
• Bagian dasar bak sebaiknya juga dipupuk memakai pupuk sangkar dengan takaran 25-50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk sangkar yang dipakai harus benar-benar
yang sudah matang (lama) semoga tidak menjadi racun bagi ikan bawal. Tapi bak pembesaran tidak mutlak harus dipupuk, alasannya masakan ikan bawal sebagian besar diperoleh dari masakan komplemen atau masakan buatan.
• Setelah pemupukan final dilakukan, kemudian bak di isi air setinggi 2-3 cm dan dibiarkan selama 2-3 hari. Setelah itu air bak ditambah lagi bertahap hingga kedalaman air mencapai 40-60 cm dan terus diatur hingga ketinggian airnya mencapai 80-120 cm, tergantung dari jumlah ikan yang akan dipelihara didalam bak tersebut.
• Jika warna air sudah berkembang menjadi hijau terang, benih ikan bawal sudah sanggup dimasukkan kedalam bak (biasanya 7-10 hari sehabis proses pemupukan).
Pemilihan dan penebaran bibit ikan bawal:
• Pemilihan benih
Pemilihan benih yang anggun sangat penting dilakukan alasannya hanya benih yang unggul yang akan bertahan hidup dan sanggup tumbuh dengan baik.
Benih yang anggun harus sehat secara fisik, mempunyai anggota badan lengkap, aktif bergerak, ukurannya sama (seragam), tidak cacat fisik, tidak membawa penyakit, dan dari jenis unggul.
• Penebaran benih
Sebelum benih ikan bawal ditebar kedalam kolam, benih perlu di adaptasikan dulu dengan tujuan semoga benih ikan tidak mengalami stress pada ketika berada dalam bak budidaya.
Cara penyesuaian benih ikan:
Ikan yang masih berada dalam bungkus plastik yang masih tertutup rapat dimasukan dulu kedalam bak dan biarkan hingga dinding plastik terlihat mengembun. Itu tandanya air bak dan air didalam plastik sudah sama suhunya.
Setelah itu plastik pembungkus benih ikan bawal dibuka dan masukkan air bak bertahap kedalam plastik pembungkus benih ikan hingga benih ikan terlihat dalam kondisi yang sehat dan aktif. Selanjutnya benih ikan ditebar/dilepaskan ke dalam bak secara perlahan-lahan.
Pakan:
Kualitas dan kuantitas pakan sangat penting untuk diperhatikan dalam budidaya ikan bawal alasannya hanya dengan pakan yang baik, ikan sanggup tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita harapkan.
Pakan yang berkualitas baik yaitu jenis pakan yang mempunyai kandungan gizi seimbang, baik protein, karbohidrat, lemak serta vitamin dan mineralnya.
Karena ikan bawal termasuk ikan pemakan segala (omnivora), maka masakan yang diberikan sanggup berupa daun-daunan dan juga berupa pelet.
Pakan untuk ikan bawal diberikan 3-5 % dari berat tubuhnya (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara). Pemberian pakan sanggup ditebarkan secara pribadi ke dalam kolam.
Panen:
Pemanenan ikan bawal hasil pembesaran sanggup dilakukan sehabis ikan dipelihara selama 4-6 bulan. Pada usia tersebut ikan bawal telah mencapai bobot badan kurang lebih 500 gram/ekornya dengan kepadatan 4 ekor/meter persegi. Biasanya alat yang dipakai untuk mengambil ikan bawal dari dalam bak yaitu jaring bemata lebar.
Ikan bawal hasil panen sebaiknya ditampung ditempat yang luas dan dengan air yang selalu mengalir.
Baca juga:
Kolam yang ideal untuk budidaya ikan lele
Tehnik pemijahan ikan Koi yang efektif
Tips perawatan ikan Arwana didalam aquarium
Demikian sedikit informasi perihal "Cara terbaik semoga sukses dalam budidaya ikan bawal". Untuk informasi lain seputar ikan konsumsi, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Selasa, 05 Januari 2016
Panduan Lengkap Beternak Ayam Joper
Ayam Joper merupakan kependekan dari Ayam Jowo/Jawa Super. Ayam ini merupakan hasil perkawinan silang antara ayam kampung jantan dan ayam ras petelur betina.
Banyak laba yang sanggup didapatkan dari beternak ayam Joper sebab pertumbuhan ayam ini jauh lebih cepat dari ayam kampung biasa, sehingga masa panennya akan lebih cepat. Harga jual ayam Joper di pasaran juga cenderung tinggi dan stabil sehingga sanggup menunjukkan laba lebih besar bagi peternak.
Keunggulan ayam Joper merupakan perpaduan dari sifat-sifat kedua indukannya yaitu ayam broiler dan ayam kampung (ayam lokal). Ayam broiler mempunyai pertumbuhan yang sangat cepat dan lebih gemuk, sedangkan ayam kampung mempunyai rasa daging yang yummy dan mempunyai daya tahan badan yang berpengaruh dari aneka macam macam serangan penyakit.
Keunggulan-keunggulan dari kedua jenis ayam tersebut kemudian berpadu dalam spesies baru, yaitu ayam Joper sehingga cukup pantas jikalau ayam Joper dibanderol dengan harga yang tinggi.
Karena sifat-sifat unggulnya tersebut, maka kemudian banyak masyarakat yang tertarik untuk beternak ayam Joper sebab mempunyai peluang yang cukup menjanjikan.
Berikut ini tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam beternak ayam Joper (Jowo super):
• Persiapan sangkar ternak
Kandang yang baik untuk beternak ayam Joper harus dibuat senyaman mungkin supaya ayam Joper sanggup tumbuh dan berkembang secara maksimal. Jangan hingga lingkungan sangkar tampak kumuh, kotor dan tidak nyaman sebab akan menciptakan ayam Joper menjadi stres dan terhambat pertumbuhannya, dan yang lebih parah lagi akan mengakibatkan bibit penyakit yang sanggup menjadikan simpulan hidup dan gagal panen.
Untuk menghindari hal itu, sangkar untuk ternak ayam Joper harus dibentuk senyaman mungkin, jangan disamakan menyerupai sangkar ayam kampung biasa yang sanggup dilepas begitu saja sebab ayam Joper mempunyai karakteristik tersendiri yang berbeda dengan ayam kampung biasa dan harus mendapat perawatan yang intensif.
Tidak ada hukum niscaya untuk luas sangkar yang harus disiapkan untuk beternak ayam Joper. Yang terpenting kita harus memperhatikan kepadatan populasi ayam yang akan dipelihara didalam sangkar tersebut.
Berikut ini kapasitas sangkar yang ideal dalam beternak ayam Joper:
- Untuk ayam Joper berusia 1-6 hari, populasinya 60 ekor/m2 kandang.
- Untuk ayam Joper berusia 7-12 hari, populasinya 40 ekor/m2 kandang.
- Untuk ayam Joper berusia 13-30 hari, populasinya 20 ekor/m2 kandang.
- Untuk ayam Joper berusia 31 hari hingga usia panen, populasinya 9 ekor/m2 kandang.
Kandang ternak untuk ayam Joper idealnya ditempatkan jauh dari pemukiman warga, selalu terjaga kebersihannya, tercukupi kebutuhan pakan dan airnya dan gampang dijangkau transportasi.
Kandang yang ideal harus mempunyai sirkulasi udara yang baik, yaitu dengan arah membujur dari arah timur ke arah barat. Selain sirkulasi udara, sinar matahari juga harus sanggup masuk ke dalam sangkar tapi tidak secara pribadi untuk mencegah supaya ayam Joper tidak kepanasan pada siang hari. Kandang juga harus rutin dibersihkan supaya tidak terlalu lembab dan pengap.
• Pemilihan bibit/DOC
Kualitas ayam Joper sangat ditentukan oleh bibitnya. Karena itulah harus menentukan bibit yang unggul. Usahakan untuk menentukan bibit yang waktu penetasannya sempurna 21 hari, tidak kurang atau lebih.
Bibit ayam Joper kualitas umggul sanggup dilihat dari kondisi kesehatannya yang baik, mata bersinar, badan tegap, tidak cacat, bulu higienis dan mengkilap.
• Pemberian pakan
Pakan merupakan faktor utama untuk keberhasilan dalam beternak ayam Joper. Pemberian pakan untuk ayam Joper harus sesuai dengan porsi dan nutrisi yang diharapkan untuk masa pertumbuhan.
Pemberian pakan pada ayam Joper harus diubahsuaikan dengan usianya, sebab ayam Joper yang masih kecil memerlukan jenis pakan dengan tekstur halus supaya gampang dicerna.
- Aturan santunan pakan pada ayam Joper:
Bibit/DOC yang gres tiba sebaiknya di istirahatkan dulu untuk beberapa saat, sesudah itu berikan minuman dari adonan gula jawa dan air (1 Sendok gula jawa di campur dengan 200 ml air).
Untuk DOC sanggup di berikan voer atau BR murni hingga beruaia 4 minggu. Setelah DOC bermur 4 minggu, pakannya sanggup mulai dicampur dengan bekatul, jagung, bungkil, kedelai dll.
Kontrol pakan ayam Joper supaya tersebar hingga merata untuk semua ayam Joper yang dipelihara. Jangan hingga ada ayam Joper yang tidak kebagian pakan sehingga mengalami pertumbuhan yang terhambat, bahkan sanggup hingga berakhir fatal (kematian).
• Multivitamin
- Ayam Joper umur 1 hari sanggup diberikan air gula dan Vita chick atau Neo meditril untuk mengatasi stres dan memperkuat daya tahan tubuhnya.
- Ayam Joper umur 4-6 hari sanggup diberikan Vita chick atau Vita stress untuk mencegah stress dan memacu pertumbuhannya.
- Ayam Joper umur 12-13 hari, umur 22-24 hari, dan umur 31-32 hari diberikan Vita stress atau Fortevit untuk mencegah stress dan untuk memacu pertumbuhannya.
Pemberian multivitamin dilakukan dengan mencampurkannya pada air minum ayam.
• Pencegahan dan penanganan penyakit
- Atur sirkulasi udara didalam kandang.
- Hindari adanya genangan air di sekitar lingkunagn sangkar dan didalam sangkar sebab sanggup menjadi sarang penyakit.
- Jika ada ayam yang sudah terlanjur terkena penyakit menyerupai tetelo, snot atau gumbolo, maka harus segera di obati dengan obat yang sesuai dengan penyakitnya yang sanggup dibeli di toko khusus ternak unggas atau dibalai-balai peternak ayam.
Namun tidak semua jenis penyakit unggas sanggup ditangani, sebab terkadang ada jenis penyakit yang sulit diobati atau memang belum ada obatnya, sehingga solusi terbaik yakni memisahkan (mengkarantina) ayam yang sudah terserang penyakit dengan tetap terus menunjukkan perawatan dan pakan terbaik.
• Manajemen pemeliharaan ayam Joper (Jowo super)
Tahap selanjutnya yakni administrasi pemeliharaan, mulai dari kebersihan kandang, santunan pakan, pertumbuhan hingga kesehatan ayam Joper harus benar-benar diperhatikan dengan cermat dan teliti sebab semua tahapan tersebut akan sangat menentukan keberhasilan dalam perjuangan ternak ayam Joper.
Manajemen pemeliharaan ayam Joper dimulai dari selalu mengontrol kebersihan kandang, santunan pakan dan vaksinasi pada ayam Joper. Kandang ternak ayam Joper harus rutin dibersihkan supaya tidak kotor dan mengakibatkan dampak jelek pada ayam Joper yang menempatinya. Kebutuhan pakan tiap harinya juga harus selalu tercukupi.
Ayam Joper harus ditimbang bobotnya setidaknya seminggu sekali untuk mengetahui apakah jumlah pakan yang diberikan sudah berdampak baik atau justru sebaliknya. Vaksinasi juga harus diberikan secara teratur supaya ayam Joper terhindar dari segala macam serangan penyakit unggas.
• Masa panen
Ayam Joper yang sudah layak panen yaitu yang sudah sesuai berat dan umurnya dengan seruan pasar. Ayam Joper sanggup mulai di panen pada umur 6 ahad dan biasanya berat rata-rata antara 0,7-0,9 kg/ekornya. Jika terus di pelihara hingga umur 10-12 minggu, maka beratnya sanggup mencapai 0,9-1,1 kg/ekornya.
Perhatikan juga harga pasarannya, apakah sedang naik, stabil atau justru turun. Usahakan untuk menjual ayam Joper pada ketika harganya sedang naik atau stabil. Tapi hingga ketika ini harga jual ayam Joper cenderung stabil, kalaupun ada kenaikan atau penurunan itupun tidak terlalu signifikan.
Baca juga:
Cara terbaik supaya sukses dalam budidaya ikan bawal
Cara ampuh mengobati Ayam Bangkok ngorok dengan bahan-bahan alami
Tehnik pemijahan ikan Koi yang efektif
Demikian gosip wacana "Panduan lengkap beternak Ayam Joper". Untuk gosip lain seputar ayam konsumsi, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Senin, 04 Januari 2016
Panduan Lengkap Beternak Kelinci Pedaging
Saat ini peminat daging kelinci semakin banyak, hal itu terbukti dari meningkatnya usul akan daging kelinci dipasaran. Tentu saja hal ini menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan untuk menambah penghasilan, mengingat proses pemeliharaan kelinci pedaging tergolong cukup gampang dengan biaya perawatan yang murah.
Kelinci jenis pedaging memang sengaja dibudidayakan untuk dimanfaatkan dagingnya. Daging kelinci mempunyai tekstur yang lembut dan termasuk daging sehat lantaran kandungan lemaknya rendah dan kaya akan protein. Daging kelinci juga mengandung senyawa ketotifen yang berguna menyembuhkan penyakit asma.
Jenis-jenis kelinci pedaging yang umum dibudidayakan antara lain:
• Kelinci Flemish Giant
Kelinci jenis ini banyak diternakkan untuk diambil dagingnya lantaran ukuran tubuhnya yang besar dengan berat sanggup mencapai 11 kg.
• Kelinci New Zeland White
Kelinci jenis ini bekerjsama merupakan hasil persilangan Flemish giant dan kelinci Belgian here. Bobot tubuh kelinci ini sanggup mencapai 5,44 kg dengan angka kelahiran yang cukup tinggi, sanggup 10 hingga 12 ekor per kelahiran.
• Satin Rabbit
Kelinci jenis ini pertama kali ditemukan pada tahun 1930. Kelinci satin rabbit mempunyai bulu tebal dan lebat yang cenderung lurus.
Bobot tubuhnya sekitar 3,8 kg hingga 4,5 kg untuk kelinci jantan. Sedangkan kelinci betina bobot tubuhnya sanggup mencapai 5 kg.
• Kelinci Rex America
Selain dipelihara sebagai kelinci pedaging, kelinci jenis ini juga banyak dipelihara sebagai hewan peliharaan rumah lantaran mempunyai bulu yang lembut. Tetapi lantaran bobotnya yang cukup berat dan rasa dagingnya yang enak, kelinci rex america lebih banyak dipelihara sebagai kelinci pedaging.
Tahapan dalam budidaya kelinci pedaging:
• Kandang
Kandang untuk berkembang biak idealnya mempunyai suhu ruangan 21° Celcius dengan sirkulasi udara lancar, dan usang pencahayaan idealnya selama 12 jam.
Menurut fungsinya sangkar kelinci dibedakan menjadi tiga, yang pertama yaitu sangkar induk untuk induk/kelinci remaja (induk dan anak-anaknya), yang kedua yaitu sangkar untuk kelinci pejantan (khusus untuk sangkar pejantan ukurannya dibentuk lebih besar) dan yang ketiga yaitu sangkar untuk belum dewasa kelinci lepas sapih.
Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan dan betina.
Kandang yang ideal dibentuk dengan ukuran 200x70x70 cm. Tinggi bantalan 50 cm cukup untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang untuk belum dewasa kelinci (kotak untuk beranak) ukurannya 50x30x45 cm.
Ada 3 jenis bentuk sangkar untuk budidaya kelinci pedaging, antara lain:
1. Kandang sistem postal
Yaitu sangkar tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan cocok untuk kelinci muda.
2. Kandang sistem ranch
Kandang tersebut dilengkapi dengan halaman pengumbaran.
3. Kandang battery
Kandang ini bentuknya menyerupai dengan sangkar berderet, dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid).
Perlengkapan sangkar yang diharapkan yaitu daerah pakan dan minum yang tahan pecah dan gampang dibersihkan.
• Pembibitan
Untuk budidaya kelinci pedaging, pilih jenis kelinci yang mempunyai berat tubuh dan tinggi dengan perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan bulu terperinci menentukan bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak gampang nervous, tidak cacat, mata higienis dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak.
• Perawatan bibit dan calon indukan
Perawatan bibit akan sangat menentukan kualitas indukan yang baik, oleh lantaran itu perawatan utama yang perlu diperhatikan yaitu dukungan pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi sangkar yang baik, serta mencegah sangkar dari gangguan-gangguan dari luar.
• Sistem pembiakan
Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat-sifat yang spesifik, maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu:
- In Breeding (silang dalam), yaitu untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik contohnya bulu atau proporsi daging.
- Cross Breeding (silang luar), yaitu untuk mendapat keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggulnya.
- Pure Line Breeding (silang antara bibit yang beda jenis), yaitu untuk mendapat ras/jenis gres yang diharapkan akan mempunyai penampilan yang merupakan perpaduan dari sifat-sifat unggul yang dimiliki kedua induknya
• Reproduksi dan perkawinan
Kelinci betina sebaiknya segera dikawinkan ketika mencapai usia dewasa, yaitu ketika berusia 5 bulan (betina dan jantan). Jika dikawinkan pada usia yang masih terlalu muda, maka kesehatannya akan terganggu dan mortalitas anak cukup tinggi.
Jika kelinci pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya dikawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu perkawinan sebaiknya pada pagi/sore hari didalam sangkar pejantan, dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, gres sehabis itu pejantannya dipisahkan.
• Proses kelahiran
Setelah melaksanakan proses perkawinan, kelinci betina akan mengalami kehamilan selama 30-32 hari. Kehamilan pada kelinci sanggup dideteksi dengan meraba perut kelinci betina sehabis 12-14 hari proses perkawinan. Jika terasa ada menyerupai bola-bola kecil didalam perutnya berarti kelinci tersebut hamil.
Pada 5 hari menjelang kelahiran, induk kelinci dipindahkan ke sangkar beranak untuk memberi kesempatan pada induk kelinci menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulu-bulunyanya didalam sarang.
Induk kelinci biasanya akan melahirkan pada malam hari dengan kondisi anak-anaknya yang masih lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan dalam sekali melahirkan sekitar 6-10 ekor.
• Pemeliharaan
- Sanitasi dan tindakan preventif
Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering biar tidak menjadi sarang penyakit, lantaran daerah yang lembab dan berair akan menyebabkan kelinci gampang terjangkit flu dan penyakit kulit.
- Pengontrolan kesehatan
Kelinci yang terjangkit penyakit umumnya akan memperlihatkan tanda-tanda lesu, nafsu makannya menurun, suhu tubuh naik dengan mata terlihat sayu.
Jika kelinci memperlihatkan gejala-gejala tersebut, segera pisahkan (karantina) kelinci tersebut dari kelinci-kelinci lainnya.
- Penyapihan dan perawatan
Penyapihan dilakukan sehabis anakan kelinci berumur 7-8 minggu. Anakan kelinci yang disapih dari induknya ditempatkan dikandang tersendiri yang ditempati 2-3 ekor/kandangnya dan harus disediakan pakan yang cukup dan berkualitas.
Pemisahan berdasar jenis kelamin perlu dilakukan untuk mencegah masa birahi yang terlalu dini. Pengebirian juga sanggup dilakukan ketika menjelang dewasa, dan umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan cara membuang testisnya.
- Pemberian pakan
Jenis pakan yang diberikan meliputi:
• Daun-daunan hijau seperti: rumput lapangan, rumput gajah, kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi, dan daun kacang panjang.
• Biji-bijian/pakan penguat seperti: jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan.
Untuk memenuhi kebutuhan pakan pada ternak kelinci perlu diberikan pakan embel-embel berupa konsentrat yang sanggup dibeli di toko/kios pakan ternak biar pertumbuhan ternak kelinci sanggup mencapai bobot sesuai sasaran yang ditentukan maka perlu diberikan pakan embel-embel tersebut.
Pemberian nutrisi embel-embel tersebut selain melalui pakan konsentrat juga diberikan melalui air minumnya.
Pakan kelinci pedaging yang di utamakan yaitu yang sanggup menunjang pertumbuhannya, yaitu daun-daunan hijau menyerupai rumput dan sayuran yang ditambah dengan pakan buatan pabrik/pelet khusus untuk kelinci.
Jika memungkinkan sanggup juga ditambahkan bekatul, ampas tahu dan ampas susu kedelai dalam hidangan pakanannya.
Cara dukungan pakan diberikan 2 kali dalam sehari, yaitu pada pagi hari antara jam 7 -8 diberikan pakan berupa pelet dengan sedikit hijauan yang telah dibentuk layu terlebih dulu, sedikit bekatul/ampas tahu/ampas susu kedelai.
Pada sore hari sekitar jam 6 sore diberikan pakan berupa rumput dalam jumlah yang cukup banyak, lantaran intinya kelinci yaitu hewan yang aktif pada malam hari/nocturnal yang pada siang hari lebih banyak bermalas-malasan/tidur-tiduran.
- Pemeliharaan kandang
Lantai/alas kandang, daerah pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya bibit penyakit.
Sinar matahari pagi harus sanggup masuk ke dalam sangkar untuk membunuh bibit-bibit penyakit yang sanggup mengganggu kesehatan kelinci.
Dinding sangkar sebaiknya dicat dengan kapur/ter, dan sangkar yang pernah ditempati kelinci sakit juga hatus dibersihkan dengan kreolin/lysol untuk membunuh sisa-sisa virus/bibit penyakit yang masih tertinggal.
Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang kelinci ternak:
• Bisul
Disebabkan lantaran adanya pengumpulan darah kotor di bawah kulit.
Cara pengobatannya: Dengan melaksanakan pembedahan dan mengeluarkan darah kotor yang ada didalam bisul, selanjutnya diberi jodium.
• Kudis
Ditandai dengan timbulnya koreng pada kulit kelinci.
Cara pengobatannya: Dengan menawarkan antibiotik berupa salep.
• Eksim
Disebabkan lantaran adanya kotoran yang melekat pada kulit kelinci.
Cara pengobatannya: Dengan diberikan salep/bedak salicyl.
• Penyakit telinga
Disebabkan oleh adanya kutu.
Cara pengobatannya: Dengan cara meneteskan minyak nabati pada pecahan telinganya.
• Penyakit kulit kepala.
Disebabkan oleh jamur dengan tanda-tanda timbulnya kulit kering menyerupai sisik pada pecahan kepala kelinci.
Cara pengobatannya: Dengan menawarkan bubuk sulfur pada pecahan kulit yang sakit.
• Penyakit mata.
Disebabkan oleh basil dan debu dengan tanda-tanda mata kelinci selalu berair dan berair.
Cara pengobatannya: Dengan menawarkan salep mata.
• Mastitis.
Disebabkan lantaran air susu yang keluar sangat sedikit/tidak sanggup keluar. Gejalanya puting susunya mengeras dan terasa panas kalau dipegang.
Cara pengobatannya: Dengan tidak menyapih belum dewasa kelinci terlalu cepat, biar air susu sanggup keluar secara normal.
• Pilek.
Disebabkan oleh serangan virus. Gejalanya hidung selalu berair/mengeluarkan ingus.
Cara pengobatannya: Dengan penyemprotan antiseptik pada pecahan hidung kelinci.
• Radang paru-paru.
Disebabkan oleh basil Pasteurella multocida. Gejalanya sesak nafas dengan mata dan pendengaran terlihat berwarna kebiruan.
Cara pengobatannya: Dengan diberikan minum Sul-Q-nox.
• Berak darah.
Disebabkan oleh protozoa eimeira. Gejalanya nafsu makan hilang, tubuh kurus, perut membesar dan kotorannya mencret bercampur darah.
Cara pengobatannya: Dengan diberikan minum sulfaquinxalin dengan takaran 12 ml/1 liter air.
Pada umumnya pencegahan dan pengendalian penyakit dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang, dukungan pakan yang sesuai dan memenuhi nilai gizi serta sesegera mungkin mengkarantina kelinci yang sakit biar tidak menulari kelinci yang lain.
• Hasil dari ternak kelinci
Hasil utama dari perjuangan ternak kelinci yaitu daging dan bulu, sedangkan hasil tambahannya berupa kotoran dan air seni untuk pupuk organik.
Baca juga:
Panduan lengkap beternak Ayam Joper
Cara terbaik biar sukses dalam budidaya ikan bawal
Kolam yang ideal untuk budidaya ikan lele
Demikian informasi wacana "Panduan lengkap beternak kelinci pedaging". Untuk informasi lain seputar kelinci, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Minggu, 03 Januari 2016
Cara Yang Benar Dalam Beternak Angsa Petelur Didalam Kandang
Bebek/itik termasuk salah satu jenis unggas air/waterflow, sehingga secara naluriah bebek/itik lebih suka berada didaerah yang berair dan bersahabat dengan sumber air.
Dulu, banyak peternak belibis yang menerapkan sistem angon sebab peternak hampir tidak perlu menyediakan pakan untuk bebek-bebek peliharaannya, cukup menggiring itik/bebek untuk di angon ketempat-tempat yang mempunyai sumber pakan alami menyerupai area persawahan yang gres dipanen.
Namun untuk kini ini dengan diterapkannya sistem intensifikasi pertanian, maka tempat penggembalaan/angon belibis tidak lagi kondusif bagi itik akhir dari tercemarnya sawah oleh pestisida.
Berkurangnya lahan angon belibis akhir semakin sedikitnya area persawahan sebab sudah banyak dibangun menjadi pabrik dan pemukiman penduduk, maka sistem angon mulai ditinggalkan oleh peternak bebek/itik.
Sistem angon kemudian digantikan dengan sistem sangkar dimana belibis ditempatkan dalam sebuah sangkar yang dilengkapi dengan semua kebutuhannya, sehingga bebek-bebek yang dipelihara sanggup tumbuh dan berproduksi dengan baik tanpa harus diangon.
Sejak awal tahun 90an sistem sangkar terkurung mengalami perkembangan dengan ditemukannya sistem ternak belibis tanpa air yang mengadopsi contoh pemeliharaan ayam petelur dimana bebek/itik hanya disediakan air minum saja tanpa disediakan tempat untuk bermain atau mandi.
Sistem ternak belibis tanpa air dikenal dengan sebutan "sistem kering" untuk membedakannya dengan ternak belibis "sistem basah" yang masih menyediakan air/kolam untuk mandi bebek.
Sistem kering mempunyai beberapa keuntungan, diantaranya:
• Berkurangnya anyir dari sangkar yang menyengat.
• Produksi telur menjadi lebih banyak.
• Menghemat penggunaan lahan.
Pemeliharaan bebek/itik petelur terbagi dalam tiga fase untuk melihat sistem mana yang lebih baik digunakan.
• Fase starter (usia 0 - 1 bulan)
• Fase grower (1 bulan - 6 bulan)
• Fase layer/produksi (6 bulan - afkir)
Ternak belibis petelur dengan istem kering lebih cantik diterapkan untuk fase starter dengan alasan anakan belibis pada fase tersebut terutama pada usia 1-5 hari belum bisa mengatur suhu tubuhnya, padahal itik merupakan binatang homothermal yang harus mempertahankan suhu tubuhnya semoga tetap stabil, sebab kalau hingga terjadi kegagalan dalam mempertahankan suhu tubuhnya maka keunggulan genetik itik/bebek tidak akan muncul dan sanggup berakibat timbulnya banyak sekali macam penyakit menyerupai lumpuh atau bahkan mengalami kematian.
Sedangkan untuk fase grower lebih cantik memakai sistem berair sebab pada fase tersebut bebek/itik sudah bisa mengontrol suhu tubuhnya dan membutuhkan mandi untuk perkembangan dan kesehatan bulu-bulunya.
Bebek/itik peliharaan yang tidak mendapat kanal mandi ketika fase grower akan mengalami pertumbuhan bulu yang tebal dengan badan yang gemuk sebab kurang beraktivitas. Tidak adanya kanal air untuk mandi juga akan mendorong timbulnya kanibalisme sesama itik akhir sisa pakan yang melekat pada bulu-bulu bebek/itik.
Bulu belibis yang tidak mendapat cukup air untuk mandi juga akan menjadi kusam dan tidak rapi sebab belibis tidak pernah menyisir bulu-bulunya sehabis mandi. Biasanya sesudah mandi, belibis akan menggigit kelenjar minyak yang terletak pada pangkal ekor/brutu semoga mengeluarkan minyak untuk melapisi bulu-bulunya sehingga menjadi mengkilap/kalis.
Pada fase layer/produksi, kalau tujuan pemeliharaan belibis petelur yaitu untuk menghasilkan telur konsumsi, sebaiknya memakai sistem kering sebab hampir semua pakan yang diberikan akan dicerna dan di olah menjadi telur. Tapi kalau tujuan pemeliharaan belibis petelur yaitu untuk menghasilkan telur tetasan, sebaiknya memakai sistem basah.
Menurut sebuah penelitian, bahwa bebek/itik yang dipelihara dengan sistem berair cenderung akan menghasilkan telur dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan telur dari belibis yang dipelihara dengan sistem kering. Hal itu sanggup dilihat dari bobot telur, bobot kuning telur, tebal kerabang, warna kuning telur dan specifik gravitity (berat jenis).
Meskipun hal itu juga dipengaruhi oleh contoh pakan yang diberikan, namun secara umum kita sanggup menyimmpulkan bahwa telur dengan sistem pemeliharaan berair lebih baik untuk ditetaskan.
Sistem berair juga memperbesar intensitas itik untuk kawin/pembuahan sebab intinya itik lebih suka melaksanakan acara kawin dengan adanya kanal air.
Kemudian pada ketika demam isu hujan, itik yang terbiasa mendapat kanal air untuk mandi lebih tahan terhadap datangnya demam isu penghujan dibandingkan dengan itik yang dipelihara dengan sistem kering. Produksi telurnya juga tidak mengalami penurunan yang drastis.
Pengamatan pada belibis yang mempunyai kanal mandi/terdapat bak didalam kandanganya juga menyimpulkan bahwa ketika hujan tiba itik akan berteduh dan tidak terlalu bahagia dengan air hujan bila telah menginjak fase layer/produksi.
Sistem berair juga menghindarkan belibis dari imbas panas yang berlebihan (heat stres) ketika demam isu kemarau sebab adanya bak yang sanggup dipakai belibis untuk menurunkan suhu tubuhnya.
Heat stres/ganguan suhu badan yang berlebihan dari suhu normal umumnya menyerang itik cukup umur yang telah mempunyai bulu lengkap, sebab belibis akan kesulitan untuk membuang panas tubuhnya bila tidak ada bak untuk mandi.
Bebek/itik yang mengalami heat stres akan lebih sering membuka paruhnya dan lebih sering minum sehingga konsumsi pakan akan berkurang yang berujung pada penurunan produksi telur, atau kalau heat stres terlalu tinggi maka bisa berujung pada kematian.
Sistem berair juga menciptakan bebek/itik merasa nyaman sehingga lebih tahan terhadap stres dibandingkan dengan bebek/itik yang dipelihara dengan sistem kering.
Jadi, kalau dibandingkan lebih cantik mana antara pemeliharaan belibis dengan sistem kering dan dengan sistem basah, maka jawabannya tentu lebih baik sistem berair sebab belibis sanggup hidup menyerupai kodratnya yang lebih suka beraktivitas di air.
Dari paparan diatas, semua sistem pemeliharaan baik sistem kering maupun sistem berair mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, tinggal bagaimana situasi dan kondisi lingkungan sangkar belibis berada, apakah lebih memungkinkan memakai sistem berair atau sistem kering.
Baca juga:
Panduan lengkap beternak kelinci pedaging
Panduan lengkap beternak Ayam Joper
Cara terbaik semoga sukses dalam budidaya ikan bawal
Demikian gosip wacana "Cara yang benar dalam beternak belibis petelur didalam kandang". Untuk gosip lain seputar ternak bebek/itik, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Sabtu, 02 Januari 2016
Cara Beternak Entok Yang Benar Semoga Cepat Besar
Cara beternak entok bekerjsama hampir sama dengan cara beternak unggas jenis lainnya menyerupai ayam dan bebek. Entok/mentok, mempunyai penggemar tersendiri yang menyukai cita rasa daging yang berbeda.
Daging entok/mentok mempunyai serat daging dan tekstur yang agak berangasan dan mempunyai rasa daging yang lebih gurih dibanding daging ayam. Oleh lantaran itu pemasaran entok/mentok juga cukup gampang lantaran seruan pasar yang cukup besar, namun stok dari para peternak masih sangat sedikit.
Permintaan pasar akan daging entok/mentok yang cukip besar tentunya menimbulkan ternak entok sebagai lahan bisnis yang cukup menjanjikan lantaran masih sangat jarang peternak yang membudidayakan entok dalam skala besar.
Ada beberapa poin yang harus dilakukan dalam beternak entok biar pertumbuhannya maksimal dan mempunyai daya tahan badan yang besar lengan berkuasa terhadap serangan penyakit.
Berikut ini langkah-langkah dalam beternak entok/mentok biar cepat besar:
• Persiapan kandang
Kandang untuk ternak entok/mentok sebaiknya dijauhkan dari keramaian biar entok-entok yang kita pelihara merasa hening dan nyaman. Usahakan untuk tidak menciptakan sangkar terlalu akrab dengan jalan atau jauhkan dari aktifitas yang terlalu ramai lantaran akan menciptakan entok menjadi stres. Selain itu lingkungan sangkar juga harus beriklim aman biar produktifitasnya bagus.
Jika beternak entok/mentok dalam skala besar, sebaiknya sangkar dibentuk jauh dari pemukiman warga, biar tidak mengganggu kenyamanan warga disekitar peternakan lantaran anyir yang ditimbulkan dari sangkar peternakan entok.
Kandang ternak entok/mentok dibentuk cukup tinggi dengan menggunakan jaring yang dikombinasikan dengan pagar bambu. Tujuannya biar entok tidak sanggup terbang keluar dari kandang.
Usahakan biar sangkar ternak entok selalu dalam keadaan higienis dengan mengontrolnya setiap hari. Kandang merupakan kawasan untuk beristirahat dan berlindung pada malam hari serta sebagai kawasan untuk bertelur. Makara buatlah sangkar senyaman mungkin biar entok sanggup beraktifitas dengan leluasa dan sanggup berkembang biak dengan baik.
• Pemberian pakan
Pakan merupakan kebutuhan utama bagi perkembangbiakan entok. Pakan yang berkualitas sangat diharapkan biar entok/mentok sanggup tumbuh secara optimal.
Pakan yang diberikan merupakan asupan nutrisi bagi entok yang harus mengandung gizi atau vitamin untuk menghasilkan entok yang berkualitas. Kita juga harus memperhatikan porsi pinjaman pakan untuk anak dan induk entok. Tujuannya untuk menyesuaikan dosis pinjaman pakan sesuai tahapan usianya.
Berikut ini jenis pakan untuk entok sesuai tahapan usianya:
- Pakan anak entok umur 1-14 hari
Pakan anak entok umur 1-14 hari harus mengandung nutrisi dan protein yang sesuai dengan porsi dan kebutuhan untuk tumbuh kembang anak entok, sehingga akan mempercepat pertumbuhan, perkembangbiakan dan sistem kekebalan badan serta saluran pencernaannya.
Anakan entok membutuhkan asupan ntrisi menyerupai protein kasar, energi, kalsium, fosfor, dan vitamin. Semua nutrisi penting tersebut sanggup didapatkan dari konsentrat startet (pelet). Jadi, konsentrat starter merupakan pakan terbaik untuk anak entok usia 1-14 hari.
- Pakan anak entok umur 15-35 hari
Kebutuhan pakan untuk Entok umur 15-35 hari sedikit berkurang dibandingkan anak entok usia 1-14 hari. Pada usia ini anak entok lebih membutuhkan energi untuk memacu pertumbuhan dan bobot badan anak entok. Berikan pakan berupa konsentrat yang dicampur dengan dedak, ampas tahu, jagung, dan bahan-bahan lainnya.
- Pakan untuk entok usia 36-60 hari
Entok umur 36-60 hari lebih memerlukan lebih banyak asupan vitamin dan mineral dengan jumlah yang besar untuk menjaga kesehatannya.
Pada usia tersebut jenis pakan untuk entok diberikan lebih bervariasi dengan diberikan perhiasan pakan berupa ikan runcah, bekatul, menir, enceng gondok, keong, ampas tahu, dedak, nasi aking dan lainnya.
• Vaksinasi
Tujuan darinvaksinasi yakni untuk menciptakan meri dan entok yang kita pelihara biar kebal dari serangan penyakit. Walaupun daya tahan badan entok lebih baik daripada belibis dan ayam, tapi pinjaman vaksin sangat penting biar entok lebih tahan terhadap serangan penyakit. Dan yang paling sering di alami meri dan entok yakni penyakit flu dan pilek.
• Agar entok/mentok cepat bertelur
Hal yang paling penting untuk dilakukan agar entok cepat bertelur yakni pinjaman pakan yang mengandung protein tinggi dan nutrisi yang lengkap. Salah satu penyumbang protein dalam pinjaman pakan entok yakni keong sawah yang banyak terdapat di area persawahan.
Selain keong sawah, bekicot juga merupakan jenis pakan dengan kandungan protein yang tinggi sebagai pakan perhiasan untuk entok.
Berikut ini beberapa faktor yang menciptakan entok cepat bertelur:
- Pakan
Jenis pakan yang mengandung protein tinggi akan memperbaiki reproduksi telur sehingga entok akan bertelur lebih banyak dan lebih bagus.
- Lingkungan
Lingkungan yang kondusif juga menjadi salah satu faktor yang sanggup menciptakan entok cepat bertelur.
Habitat alami entok yakni didarat dan di air, jadi usahakan biar sangkar atau lingkungan entok yang kita pelihara dilengkapi dengan kolam air biar entok sanggup mandi dan beraktivitas dengan nyaman dan leluasa, sehingga sanggup terhindar dari stress.
- Obat/Vitamin
Yang perlu diperhatikan dalam budidaya entok/mentok yakni pengendalian dan penanganan serangan penyakit. Adapun jenis-jenis penyakit yang berpotensi menyerang entok antara lain fowl pox, coccidiosis, fowl cholera, avian influenza, botulismus, avian chlamydiasis, dan sallmonellosis.
Walaupun ada cukup banyak jenis penyakit yang berpotensi menyerang kesehatan entok, tapi tidak perlu kuatir lantaran entok cukup tahan/lebih kebal terhadap serangan penyakit dibanding jenis unggas lain menyerupai belibis dan ayam.
Kunci pengendalian serangan penyakit dalam beternak entok yakni dengan memperhatikan persoalan sirkulasi dan sanitasi sangkar ternak, kesehatan dan kebersihan pakan, serta menjaga kondisi lingkungan sekitar kandan.
Pencegahan penyakit pada entok juga sanggup dilakukan menggunakan vaksinasi dan pinjaman antibiotik menyerupai Sulfadimidin, Furasolidine, Tetramysin, Spreptomycin, dan Oxytetrasiklin.
Tapi selain harus meragukan serangan penyakit yang disebabkan oleh virus dan basil menyerupai yang telah dibahas di atas, kita juga harus meragukan bahaya predator yang sering memangsa anak entok/meri dikala gres menetas. Predator yang sering memangsa anakan entok/meri menyerupai musang, tikus, ular, dan burung elang sanggup dihindari dengan pembuatan sangkar yang aman.
Baca juga:
Cara yang benar dalam beternak belibis petelur didalam kandang
Panduan lengkap beternak kelinci pedaging
Panduan lengkap beternak Ayam Joper
Demikian warta wacana "Cara beternak entok yang benar biar cepat besar". Untuk warta lain seputar entok/mentok, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Tips Dasar Pemilihan Merpati Balap Yang Anggun Untuk Pemula
Hobi sabung balap Merpati dikala ini sedang ramai dibeberapa wilayah di Indonesia bahkan hampir menyamai popularitas birung kicau. Apalagi dengan banyak di adakannya lomba balap Merpati dengan hadiah yang menggiurkan. Hobi ini melanda hampir semua kalangan dari mulai belum dewasa hingga orang bau tanah banyak yang memelihara Merpati untuk dilombakan.
Rata-rata para penghobi Merpati balap berharap semoga Merpati peliharaannya bisa memenangkan lomba, alasannya selain bisa mendapat hadiah-hadiah menarik, harga Merpati yang telah menjuarai lomba akan melambung tinggi dengan nilai yang fantastis, maka tidak heran kalau banyak orang yang tertarik dengan hobi ini.
Tapi untuk bisa menjuarai lomba ternyata tidak semudah yang dibayangkan alasannya tidak semua Merpati mempunyai kualitas terbang yang bagus. Untuk mengakibatkan seekor Merpati juara diharapkan pemilihan materi yang bagus, perawatan yang tepat, serta serangkaian latihan yang tepat, rutin dan konsisten.
Satu hal yang juga penting dalam menentukan Merpati balap yang anggun yakni dengan melihat kualitas indukannya. Karena dengan memperhatikan silsilahnya, kita sanggup memperkirakan kualitas dari anakan Merpati balap tersebut, alasannya faktor genetik juga turut mempengaruhi kualitas dari seekor Merpati balap.
Secara umum Merpati balap yang anggun mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
• Jantan
Pilihlah Merpati balap yang berjenis kelamin jantan, alasannya yang dilombakan yakni Merpati jantan.
• Mata
Pilihlah Merpati balap yang mempunyai mata bening dengan pupil yang kecil alasannya Merpati tersebut mempunyai penglihatan yang baik ketika dilepas jauh atau pada dikala cuaca sedang mendung/gelap.
• Paruh
Pilihlah Merpati balap yang mempunyai paruh pendek, runcing, keras, dengan warna paruh hitam/coklat tua.
• Leher
Pilihlah Merpati balap yang mempunyai ukuran leher sedang (tidak terlalu panjang/tidak terlalu pendek), tulang keras dan padat berisi.
• Bulu Sekunder
Pilihlah Merpati balap yang mempunyai bulu sekunder panjang, lebar, dengan lidi yang tebal.
• Bulu Primer
Pilihlah Merpati balap yang mempunyai bulu-bulu primer lebar, rapat, ujung runcing, dengan lidi tebal dan lurus.
• Bulu epilog pada bulu Sekunder
Pilihlah Merpati balap yang mempunyai bulu-bulu epilog bulu sekunder yang tebal, halus dan kecil-kecil.
• Otot dada dan pangkal sayap
Pilihlah Merpati balap yang daging dadanya terasa kenyal/elastis dan berisi.
• Tulang dada
Pilihlah Merpati balap yang mempunyai tulang dada tebal.
• Supit udang
Pilihlah Merpati balap yang ujung tulang supitnya terasa runcing dan keras ketika diraba, lurus, dan jarak tulang supitnya tidak terlalu lebar, maximal 0,5 cm.
• Pinggang
Pilihlah Merpati balap yang bentuk pinggangnya lebar, alasannya biasanya tembakannya kencang.
• Ekor
Pilihlah Merpati balap yang ekornya lurus dan rapat pada dikala Merpati tersebut diam. Jarak dari ujung bulu primer 0,5-1 cm.
Merpati balap yang ekornya terlalu panjang biasanya tembakannya kurang kencang alasannya terlalu banyak menahan angin.
• Kaki
Pilihlah Merpati balap yang betis kakinya besar, alasannya biasanya Merpati tersebut mempunyai power yang tangguh.
• Postur tubuh
Pilihlah Merpati balap yang postur tubuhnya tegak bangun hingga ekornya menyentuh tanah/pijakan (nyeret tanah) dengan betis kaki yang pendek dan besar, alasannya biasanya huruf lari dasar/bawahnya atau tembakannya super kencang (untuk balap sprint).
Merpati balap dengan ciri-ciri diatas biasanya mempunyai kemampuan diatas rata-rata burung Merpati pada umumnya. Tapi semua kembali lagi pada contoh perawatan dan pembinaan yang dilakukan oleh pemiliknya.
Baca juga:
Jamu dan komplemen untuk menambah stamina Merpati balap
Cara ampuh mengobati Ayam Bangkok ngorok dengan bahan-bahan alami
Resep diam-diam para botoh Ayam Bangkok
Demikian isu wacana "Tips dasar pemilihan Merpati balap yang anggun untuk pemula". Untuk isu lain seputar burung Merpati, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Jumat, 01 Januari 2016
Cara Menentukan Merpati Balap Tinggian/Kolongan Yang Bagus
Semakin maraknya lomba Merpati balap kolongan belakangan ini menciptakan banyak orang mencari Merpati balap yang prospek dengan keinginan bisa memenangkan lomba.
Tapi masalahnya harga Merpati yang sudah pernah prestasi niscaya sangat mahal dan tidak semua orang bisa membelinya. Bahkan untuk anakan Merpati trah juara yang masih piyik saja harganya cukup fantastis.
Oleh alasannya itu sebelum membeli Merpati balap kolongan sebaiknya ketahui dulu ciri-ciri fisik atau katuranggan Merpati balap kolongan yang elok biar nantinya tidak mengecewakan.
Berikut ini beberapa ciri fisik atau katuranggan Merpati balap kolongan yang prospek:
• Bentuk kepalanya panjul atau mengerucut, bisa juga yang njambe dan tidak terlau besar. Berbeda dengan Merpati balap sprint yang dicari justru yang kepalanya besar.
• Pilihlah Merpati yang lehernya panjang melengkung kedepan atau cari yang lehernya berukuran sedang tapi sepadan dengan anggota badan lainya (proporsional), kokoh, dan kalau dipegang melongok/memanjang.
• Pilihlah Merpati yang matanya berwarna kuning, kuning kemerahan, merah menyala atau mata jawa dan liplap maupun mata pilo, asal teleng hitam pada mata/pupil kecil bening dan lingkaran pada ketika mbekur, pupilnya akan semakin mengecil juga pada ketika terkena cahaya matahari.
Jika teleng hitam yang pudar, cari yang warna hitamnya jelas. Tipe menyerupai ini biasanya selain elok untuk Player, juga elok untuk dijadikan pacekan atau bahan ternak. Pelupuk mata atau alisnya tipis dan tidak garang dengan warna segar tidak merah tebal.
• Pilihkah Merpati yang paruhnya ramping kecil/tipis menyerupai burung Derkuku atau Perkutut.
• Pilihlah Merpati yang pipi/mukanya tipis, tidak tembem dan bulu lenggotnya tipis.
• Pilihlah Merpati yang hidungnya kecil/pesek, kering tipis dan mempunyai lubang hidung yang kecil dan agak rapat.
• Pilihlah Merpati balap kolongan yang postur tubuhnya panjang oval menyerupai bentuk telur, dan ketika dipegang terasa empuk serta tipis, dan jikalau dilihat dari bahu hingga ke pangkal ekornya menyerupai membentuk segitiga.
• Pilihlah Merpati balap kolongan yang punggungnya tegap dengan dada mbilah/membelah berisi gupalan otot, dan pada ujung dada bab belakang melengkung ke dalam bab perut.
• Pilihlah Merpati balap kolongan yang mempunyai sayap rapi dan penjawat panjang menyerupai bilah pedang serta sejajar dengan ujung ekornya. Bagian tulang sayapnya tebal seimbang kanan dan kiri.
• Pilihlah Merpati balap kolongan yang otot sayapnya terasa besar dan lentur ketika diraba. Hal itu membuktikan jikalau Merpati tersebut mempunyai power yang besar lengan berkuasa dalam mengepakkan sayapnya.
• Pilih Merpati balap kolongan yang ekornya pendek, dan jikalau di sejajarkan bulu ekornya menyatu menyerupai sendok.
Jika Merpati yang mempunyai ekor panjang, carilah yang sejajar juga dengan sayap dan ketika digenggam ujung ekor temungkul/rapat. Cari yang ujung ekornya menunjuk ke bawah, atau sedikit menyeret/menyentuh tanah.
• Pilih Merpati yang mempunyai kaki kering dengan jari-jari panjang, lentik, dan kokoh serta mempunyai kuku menyerupai cakar Elang.
• Pilih Merpati balap kolongan yang mempunyai tulang supit udang atau tulang dibawah dubur dengan bentuk yang panjang melengkung serta tebal dan menonjol. Jarak antara ujung tulang supit tidak melebihi ruas jari telunjuk dan jikalau digenggam ujung tulang supitnya akan terasa melekat di telapak tangan.
• Pilih Merpati yang bulunya lembut, halus dan tebal atau nyutra. Bulu-bulunya terlihat kering mengkilap menyerupai berminyak dan jikalau digenggam terasa licin.
• Pilih Merpati balap kolongan yang ketika berjalan tampak menyerupai mentok atau angsa dan sedikit jinjit dengan telapak kaki belakangnya tidak melekat ke tanah.
• Pilih Merpati balap kolongan yang kepakan sayapnya ketika diumbar berbunyi menyerupai kepakan ayam mahir yang akan berkokok, walaupun suaranya tidak sekeras kepakan ayam jago. Hal itu membuktikan kepakan sayap Merpati tersebut bertenaga.
Baca juga:
Tips dasar pemilihan Merpati balap yang elok untuk pemula
Jamu dan embel-embel untuk menambah stamina Merpati balap
Resep diam-diam para botoh Ayam Bangkok
Demikian gosip wacana "Cara menentukan Merpati balap tinggian/kolongan yang bagus". Untuk gosip lain seputar burung Merpati, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.
Semoga bermanfaat
Terima kasih