Tampilkan postingan dengan label CUCAK IJO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CUCAK IJO. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Maret 2016

Cara Membentuk Mental Cucak Ijo (Ci) Biar Lebih Fighter

Cucak ijo (CI) yakni burung semi fighter, jadi tidak semua Cucak ijo mempunyai mental fighter yang bagus. Karena itu, untuk menciptakan Cucak ijo biar mempunyai mental fighter yang kuat harus dilatih semenjak awal atau dimaksimalkan dengan perawatan dan terapi-terapi tertentu.

Perawatannya sendiri tentu membutuhkan kesabaran dan ketelatenan alasannya Cucak ijo (CI) dikenal sebagai burung yang tidak stabil. Mental tempur Cucak ijo akan muncul pada kondisi dimana tingkat birahi dan emosinya berada pada tingkat yang ideal.

Untuk mendapat tingkat birahi dan emosi yang ideal tersebut tidaklah gampang alasannya memerlukan kejelian dalam memahami aksara dari Cucak ijo tersebut.

Tiga point penting yang harus diperhatikan untuk mengondisikan Cucak ijo (CI) biar mempunyai mental tempur yang tangguh yakni tingkat birahi, emosi, dan stamina.

Sebetulnya untuk semua jenis burung kicau yang dilombakan, tiga point tersebut yakni kunci biar burung sanggup tampil maksimal di lapangan.

Tiga point penting tersebut sanggup diperoleh dengan pengaturan pakan, penjemuran, mandi, umbaran, pengerodongan, dan penempatan yang tepat.

• Birahi

Untuk mendapat tingkat birahi yang ideal, Cucak ijo (CI) harus mendapat asupan pakan yang berprotein tinggi menyerupai jangkrik, ulat hongkong (UH), kroto, belalang, dan lainnya.

Berikan Cucak ijo (CI) jangkrik sekenyangnya sebagai Ekstra fooding (EF) harian selain buah-buahan menyerupai pisang atau pepaya sebagai pakan hariannya. Dan pada ketika mau dilombakan tetap berikan jangkrik sekenyangnya selain buah-buahan menyerupai apel merah atau sawo.

Emosi

Emosi sangat besar lengan berkuasa pada mental tempur Cucak ijo (CI) biar sanggup tampil ngotot dan bringas ketika bertemu lawan. Dan untuk mendongkrak emosi Cucak ijo, sanggup dengan melaksanakan penjemuran yang lama. Karena bila suhu tubuhnya meningkat maka emosi Cucak ijo juga akan tinggi.

Jemur Cucak ijo (CI) hingga terlihat mangap dan gelisah. Cabut pakan dan minumnya, cukup berikan jangkrik saja dalam cepuk biar Cucak ijo lebih bandel. Tapi ketika melaksanakan penjemuran dengan cara tersebut kita harus terus mengawasinya biar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Kalau kita tidak sanggup terus mengontrolnya, sebaiknya pakan dan air minum tetap diberikan selama penjemuran.

Setelah simpulan dijemur, angin-anginkan dulu ditempat yang teduh beberapa ketika biar suhu tubuhnya kembali stabil gres diberikan air minum, buah, dan jangkrik sekenyangnya lalu dikerodong dan biarkan istirahat hingga esok paginya.

Agar performanya lebih maksimal tambahkan ulat hongkong (UH) atau kroto pada ketika mau dilombakan, penambahan kedua jenis Ekstra fooding (EF) tersebut harus diubahsuaikan dengan kondisi cuaca pada ketika lomba berlangsung.

Jika cuaca pada ketika lomba sangat panas, berikan kroto biar suhu tubuhnya tetap ideal dan untuk menambah staminanya, dan bila cuaca mendung atau hujan, berikan ulat hongkong (UH) untuk menjaga suhu tubuhnya biar tetap stabil.

Stamina

Hal yang tidak kalah penting berikutnya yakni stamina, alasannya burung lomba mutlak harus mempunyai stamina yang prima biar sanggup tampil maksimal ketika dilombakan.

Stamina yang prima sanggup diperoleh dari pengumbaran yang rutin dan teratur. Pada ketika diumbar sediakan buah-buahan yang mengandung banyak air menyerupai pepaya atau sawo. Sediakan juga jangkrik yang cukup banyak biar Cucak ijo sanggup makan semaunya untuk menggantikan energi yang dipakai untuk aktifitas terbang bolak-balik didalam sangkar umbaran.

Tempatkan Cucak ijo (CI) ditempat yang damai dan hangat untuk menjaga suhu tubuhnya biar tetap stabil dan biar sanggup beristirahat dengan damai untuk mengumpulkan tenaga sebelum perlombaan.

Agar stamina Cucak ijo (CI) prima pada ketika dilombakan, mulai H-3 menjelang lomba Cucak ijo harus istirahat total tanpa aktifitas apapun menyerupai mandi, jemur, ataupun pengumbaran, dan cukup full kerodong sehabis dilakukan perawatan harian dan proteksi pakan dan minum hingga hari H lomba untuk menyimpan tenaga.

Untuk melatih mental fighternya, seminggu sekali sanggup ditrek dengan Cucak ijo (CI) lain yang usianya lebih muda, atau dibawa ke arena latber untuk membiasakan Cucak ijo dengan suasana lomba walaupun tidak ikut digantang.

Jika dirasa mental dan performanya sudah bagus, maka sanggup mulai kita coba untuk ikut latber (latihan bersama) terlebih dulu untuk mengasah mental dan pengalamannya sebelum mengikuti event yang lebih besar.

Baca juga:

Beberapa manfaat terapi umbaran untuk burung kicauan

Penyebab dan cara mengatasi Kacer yang kurang fighter

Membentuk mental fighter Kenari semenjak usia muda

Demikian info wacana cara membentuk mental Cucak ijo (CI) biar lebih fighter. Untuk info lain seputar Cucak ijo (CI), sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Cucak ijo (CI)

Minggu, 21 Februari 2016

Mengenal Huruf Cucak Ijo (Ci) Fighter Dan Non Fighter

Tidak semua Cucak ijo (CI) mempunyai mental fighter yang bagus, sebab huruf burung ini yaitu semi fighter. Ada Cucak ijo yang mempunyai mental fighter tinggi dan ada juga yang bermental fighter rendah, kedua huruf Cucak ijo tersebut cederung berbeda sikap sehari-harinya.

• Perilaku Cucak ijo (CI) fighter

Cucak ijo (CI) yang mempunyai mental petarung biasanya sikap sehari-harinya ketika dirumah cenderung lebih banyak diam, dan kalaupun bunyi lebih banyak ngeriwik daripada ngeplongnya.

Karakternya begitu tenang, tapi menjadi sangat bergairah begitu mendengar bunyi burung sejenis, apalagi ketika bertemu dengan Cucak ijo lain maka akan eksklusif menyerang dengan suara-suara tembakan sambil bergaya ngentrok.

Tapi ada juga tipe Cucak ijo (CI) fighter yang sikap sehari-harinya juga gacor, tapi jarang ditemui dan biasanya performanya dilapangan kurang maksimal sebab staminanya sudah terkuras untuk berkicau dirumah.

Untuk tipe Cucak ijo (CI) fighter, tentunya kurang cocok untuk dipelihara sebagai klangenan dirumah, sebab bunyi kicauannya tidak sanggup dinikmati setiap saat. Cucak ijo tipe ini sangat cocok untuk lomba, sebab karakternya sangat bergairah dan akan eksklusif menyerang ketika bertemu lawan.

• Perilaku Cucak ijo (CI) non fighter

Sedangkan Cucak ijo (CI) yang tidak mempunyai mental fighter, biasanya sangat gacor dan akan berkicau sepanjang hari dengan bunyi yang lantang (ngotot). Tapi ketika mendengar bunyi burung sejenis, maka Cucak ijo tersebut akan eksklusif diam, gelisah, dan hanya loncat-loncat ketakutan atau malah hanya diam mematung tidak menunjukkan perlawanan sama sekali.

Cucak ijo (CI) non fighter hanya cocok untuk dipelihara sebagai klangenan dirumah saja, sebab Cucak ijo tipe ini akan selalu berkicau sepanjang hari dengan bunyi kicauan yang bervariasi dan bunyi kicauannya sanggup dinikmati setiap saat.

Cucak ijo (CI) tipe ini tidak cocok untuk dilombakan sebab walaupun dirumah sangat gacor, rata-rata Cucak ijo tipe ini tidak akan berani berkicau ketika bertemu Cucak ijo lain, apalagi dalam jumlah yang banyak di arena lomba.

Jadi, sebelum kita membeli Cucak ijo (CI) tentukan dulu untuk tujuan apa kita memelihara burung tersebut, apakah untuk tujuan lomba atau hanya untuk klangenan dirumah saja.

Kenali huruf Cucak ijo (CI) yang akan kita pelihara, jangan hingga salah pilih biar kita tidak kecewa nantinya. Karena burung yang kita harapkan sanggup kerja dilapangan ternyata hanya diam diam ketika dilombakan, padahal burung tersebut sangat gacor dirumah, atau kita berharap Cucak ijo yang kita pelihara sanggup kita dengarkan bunyi kicauannya setiap ketika dirumah, tapi ternyata Cucak ijo tersebut justru sering diam dan hanya ngeriwik saja seharian.

Baca juga:

Kacer yang gacor dirumah belum tentu gacor dilapangan

Memahami huruf Murai Batu (MB) biar sanggup memaksimalkan performanya

Cara membentuk mental Cucak ijo (CI) biar lebih fighter

Demikian informasi perihal "Mengenal huruf Cucak ijo (CI) fighter dan non fighter". Untuk informasi lain seputar Cucak ijo (CI), sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Cucak ijo (CI)

Senin, 18 Januari 2016

Terapi Untuk Cucak Ijo Macet Bunyi

Kadang ketika membeli burung kicauan yang dikala kita pantau ditempat pemilik lamanya sangat gacor, tapi begitu kita beli dan kita bawa pulang kerumah, burung tersebut bermetamorfosis pendiam (macet bunyi) dan tidak aktif lagi. Kasus menyerupai itu sanggup terjadi pada semua jenis burung termasuk Cucak ijo (CI).

Pada burung Cucak ijo (CI), yang sering terjadi burung terlihat menjadi tidak aktif, sering menggembangkan bulu-bulunya dan hanya bersuara "krek-krek" saja, padahal kita sudah menanyakan dengan detail semua perawatan dan settingan Cucak Ijo tersebut pada pemilik lamanya dan sudah menerapkannya tapi kadang tetap tidak ada perubahan.

Mungkin awalnya kita berfikir kalau Cucak Ijo (CI) tersebut sedang dalam masa pembiasaan dengan lingkungan barunya, tapi sesudah kita tunggu selama beberapa hari kondisinya bukan membaik tapi justru semakin parah dimana Cucak Ijo tersebut lebih sering menggembungkan bulu-bulu dadanya dan kalaupun bunyi hanya bersuara "krek-krek" saja, dan bahkan terkadang hingga menjulurkan lidahnya (melet).

Kondisi tersebut sering di anggap oleh para Kicau Mania sebagai kondisi Over Birahi (OB). Mungkin anggapan tersebut memang benar, tapi terkadang kita salah dalam menganalisa apa yang menjadi penyebab dari kondisi Over Birahi (OB) tersebut.

Penanganan yang sering dilakukan pada pada kondisi tersebut yaitu dengan mengurangi porsi Ekstra Fooding (EF) hariannya dan hanya menawarkan buah pepaya saja sebagai pakan utama Cucak Ijo dengan tujuan untuk menurunkan tingkat birahinya.

Tapi yang sering terjadi justru sesudah dilakukan threatment tersebut selama beberapa hari bahkan beberapa minggu, kondisi Cucak Ijo (CI) tidak juga membaik, burung masih tetap diam dan tidak aktif menyerupai pada dikala masih ditempat pemilik lamanya, padahal semua perawatan dan settingan dari pemiliknya yang dulu sudah kita lakukan semua.

Jika demikian, berarti bukan kondisi fisik Cucak Ijo (CI) tersebut yang bermasalah, tapi kondisi mentalnya yang tidak beres. Jadi, threatmen mengurangi porsi Ekstra Fooding (EF) dan hanya menawarkan buah pepaya sebagai pakan utama Cucak Ijo tanpa diberikan variasi buah lainnya justru akan semakin memperparah kondisi dari Cucak Ijo tersebut.

Hal itu disebabkan lantaran pada kondisi mental yang tertekan dengan suasana lingkungan gres yang mungkin menciptakan Cucak Ijo (CI) tersebut tidak nyaman serta kondisi fisik yang kelelahan sehabis menempuh perjalanan jauh, seharusnya Cucak Ijo tersebut justru diberikan lebih banyak asupan gizi untuk menjaga kondisi fisiknya semoga tetap fit.

Seharusnya, ketika memantau Cucak Ijo (CI) tersebut ditempat pemiliknya lamanya, jangan hanya menanyakan perawatan harian dan settingannya saja, tapi yang tidak kalah penting yaitu mengamati suasana lingkungan disekitar sangkar Cucak Ijo tersebut digantang setiap harinya.

Perhatikan apakah ada burung-burung lain disekitar Cucak Ijo (CI) tersebut ditempat pemilik lamanya, ataukah justru tidak ada burung-burung lain disekitarnya. Karena ada beberapa individu Cucak Ijo yang tidak suka kalau ditempatkan bersama burung-burung lainnya, terutama burung-burung kecil yang gacor dengan warna bulu yang mencolok/cerah menyerupai Kenari, Pleci, Kolibri, Lovebird dan lainnya.

Dan kalau dirumah kita ada burung-burung lain yang gacor, terutama burung-burung kecil dengan warna mencolok/cerah, berarti itulah penyebab dari kondisi Over Birahi (OB) pada Cucak Ijo (CI) tersebut.

Cara menangani Cucak ijo (CI) yang macet bunyi:

• Jika ternyata memang hal itu yang menjadi penyebabnya, maka segeralah jauhkan burung-burung kecil/burung-burung lainnya tersebut semoga Cucak Ijo (CI) tidak melihat secara pribadi keberadaan dari burung-burung tersebut disekitarnya. Sebaiknya Cucak Ijo di sendirikan dulu hingga kondisinya benar-benar pulih.

• Berikan porsi jangkrik sekenyangnya sebagai sajian Ekstra Fooding (EF) hariannya untuk mengembalikan stamina Cucak Ijo (CI) yang ngedrop.

• Berikan kroto segar seminggu sekali dengan porsi 1 cepuk untuk mendongkrak birahi dan stamina Cucak Ijo (CI) semoga mempunyai tenaga untuk berkicau.

• Berikan buah dengan sajian bervariasi menyerupai pisang kepok putih, pepaya, apel merah, sawo, jambu biji merah, dan lainnya untuk memenuhi kebutuhan vitamin dari Cucak Ijo (CI) yang macet bunyi tersebut. (Olesi permukaan buah dengan madu murni sebelum diberikan pada Cucak ijo)

• Mandikan setiap pagi sebelum dijemur semoga Cucak Ijo (CI) merasa segar sehingga akan lebih bersemangat untuk berkicau.

• Jemur Cucak Ijo (CI) selama 2-3 jam rutin setiap hari semoga burung aktif kembali dan juga semoga emosinya meningkat sehingga ketika berkicau menjadi lebih ngotot dengan mengeluarkan semua materi isiannya.

Lakukan perawatan tersebut hingga Cucak Ijo (CI) kembali menjadi gacor menyerupai semula dan jangan terpaku pada perawatan dan settingan dari pemilik lamanya, lantaran kondisi burung tidak akan sama setiap harinya, kadang fit, kadang ngedrop. Jadi, kita sebagai perawatnya harus jeli melihat kondisi burung semoga sanggup menawarkan perawatan yang sempurna pada Cucak Ijo kesayangan kita.

Setelah Cucak Ijo (CI) kembali gacor dan aktif kembali menyerupai semula, perawatan dan settingannya sanggup dikembalikan lagi menyerupai perawatan dan settingan dari pemilik lamanya.

Baca juga:

Doping untuk Cucak ijo (CI) semoga semakin gacor dan ngentrok

Perawatan khusus untuk Cucak Ijo (CI) mabung

Mengenal abjad Cucak ijo (CI) fighter dan non fighter

Demikian informasi perihal "Terapi untuk Cucak ijo macet bunyi". Untuk informasi lain seputar Cucak ijo (CI), sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Cucak ijo (CI)