Tampilkan postingan dengan label IKAN HIAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IKAN HIAS. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Januari 2016

Tips Perawatan Ikan Arwana Didalam Aquarium


Arwana ialah ikan hias yang sangat terkenal ketika ini, penampilannya yang anggun dengan warna yang indah menciptakan ikan ini sangat mempesona dan disukai para penggemar ikan hias.

Selain alasannya ialah warna dan penampilannya yang menawan, ikan Arwana juga dipercaya sebagai ikan pembawa keberuntungan (hoki) sehingga banyak orang yang berminat memeliharanya walaupun harganya cukup mahal.

Untuk menjaga penampilan dan warnanya semoga tetap indah, ikan Arwana memerlukan perawatan khusus yang harus dilakukan secara konsisten, alasannya ialah bila hingga lalai tidak mengontrol aerator aquarium saja, maka ikan Arwana kesayangan sanggup mati.

Karena itu bagi penggemar ikan Arwana harus betul-betul memperhatikan seluk beluk perawatannya semoga ikan Arwana yang dipelihara dalam aquarium sanggup hidup sehat serta mempunyai penampilan yang anggun dan asri.

Berikut ini teladan perawatan untuk ikan Arwana yang dipelihara dalam aquarium:

• Aquarium

Perhatikan semua peralatan pendukung aquarium semoga ikan Arwana merasa nyaman menempatinya.

• Aerator

Aerator atau pompa udara berfungsi untuk menyuplai udara ke dalam air aquarium, sekaligus menguapkan atau mendorong sisa-sisa masakan dan kotoran ke luar dari aquarium.

• Heater dan Thermometer

Heater ialah alat pemanas yang diharapkan menaikkan suhu air, terutama pada waktu suhu air aquarium turun drastis. Sedangkan Thermometer ialah alat pengontrol suhu air yang juga perlu dipasang dalam aquarium untuk mengetahui suhu air ideal dalam aquarium. Di tempat dingin, Heater dan Thermometer sangat dibutuhkan.

• Filter

Filter atau penyaring berfungsi untuk menyaring air dalam aquarium. Kerja filter ini untuk menyaring air yang disedot dari aquarium dan mengembalikannya lagi kedalam aquarium dalam kondisi bersih.

• Lampu TL

Lampu TL berfungsi sebagai penerangan dalam aquarium sekaligus untuk mempercantik penampilan aquarium. Tapi perlu diperhatikan, jangan hingga sinar lampu TL justru menjadikan panas yang berlebihan, jadi penempatan lampu TL harus diubahsuaikan dengan kebutuhan dan kondisi dari aquarium. Idealnya untuk aquarium seluas 80×40 cm memerlukan lampu TL berdaya 20 watt.

• Kebersihan

Agar ikan Arwana selalu sehat dan mempunyai penampilan yang indah, aquarium juga harus rutin dibersihkan. Selain untuk kesehatan ikan Arwana yang menempatinya, juga akan menciptakan pemandangan terlihat segar dan menyenangkan.

• Pakan

Menu pakan utama untuk ikan Arwana yang dipelihara didalam aquarium ialah kelabang. Tapi akan lebih baik bila divariasikan dengan jenis pakan lain seperti; udang, katak, lipan, kadal, dan jangkrik.

• Pengontrolan dan penggantian air

Sebaiknya suhu dan pH air dalam aquarium harus dikontrol setiap hari. Suhu air yang ideal untuk ikan Arwana yaitu sekitar 25-27°C.
Jika suhu air sangat dingin, segera nyalakan heater untuk mendapat suhu air sesuai dengan yang dibutuhkan. Sedangkan untuk pH idealnya sekitar 6-8,5. Jika pH terlalu rendah, maka tambahkan kapur ke dalam aquarium.

Selain itu, sanitasi air juga perlu diperhatikan, sanggup dengan menawarkan melachite green setiap 3 ahad sekali dan jangan lupa air aquarium juga harus rutin diganti.

Penggantian air dilakukan dengan dua metode yaitu penggantian sebagian air dalam aquarium yang dilakukan setiap dua hari sekali, dan penggantian air aquarium secara total yang dilakukan setiap tiga bulan sekali.

Jika air aquarium memakai air PAM, sebaiknya air tersebut didiamkan dulu selama 24 jam semoga kandungan khlor-nya mengendap. Setelah itu gres dipakai untuk mengisi aquarium.

• Interior aquarium

Kondisi didalam aquarium ialah replika lingkungan hidup di alam bebas. Oleh alasannya ialah itu, perlu dilakukan penataan interior didalam aquarium secara sempurna semoga tercipta perpaduan yang apik antara keindahan aquarium dengan anggunnya penampilan ikan Arwana, sehingga telihat indah, sejuk dan serasi dipandang.

• Tanaman air

Di habitat aslinya, ikan Arwana suka bersembunyi di antara tanaman air, alasannya ialah itu di usahakan untuk menyadiakan tanaman air tersebut didalam aquarium. Tanaman air yang sanggup ditempatkan dalam aquarium antara lain: Vallisneria spiralis, Hidrilla verticillata, Riccia fluiutana, Higrophila polisperma, Pistia stratiotes, Najas indica, dll.

• Pasir

Pasir dipakai sebagai landasan dasar aquarium sekaligus sebagai landasan peletakan batu-batuan. Sebaiknya memakai pasir sungai yang masih bercampur dengan humus.

Baca juga:

Demikian informasi wacana "Tips perawatan ikan Arwana didalam aquarium". Untuk informasi lain seputar ikan hias, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Ikan Arwana

Kamis, 07 Januari 2016

Tehnik Pemijahan Ikan Koi Yang Efektif

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan Koi ialah mempelajari teknik pemijahan terlebih dulu, mulai dari menyiapkan kolam pemijahan, menyiapkan indukan ikan Koi yang berkualitas, menyediakan pakan, sampai perawatan yang harus dilakukan secara intensif.

Untuk indukan, pilihlah ikan Koi yang telah matang secara kelamin, yaitu indukan jantan sudah sanggup menghasilkan sperma dan indukan betina sudah menghasilkan telur yang matang. Indukan ikan Koi jantan minimal harus sudah berumur 2 tahun, dan indukan ikan Koi betina minimal sudah berusia 3 tahun.

Indukan ikan Koi harus dalam kondisi sehat, tidak cacat, sirip dan sisiknya lengkap, penampilannya tampak anggun, seimbang dan aktif.

Postur tubuh ikan Koi betina lebih besar dibanding jantan, dan bab perutnya terlihat lebih besar dari punggungnya. Sedangkan ikan Koi jantan mempunyai postur tubuh lebih langsing dengan perut rata kalau dilihat dari bab punggungnya. Ciri-ciri indukan ikan Koi jantan yang sudah siap kawin yaitu munculnya bintik-bintik putih pada siripnya.

Tehnik perkawinan ikan Koi yang efektif yaitu dengan menjodohkan satu ekor indukan ikan Koi betina dengan 2 atau 3 ekor ikan Koi jantan. Hal itu untuk mengantisipasi kalau salah satu indukan jantan tidak mau kawin, maka akan digantikan oleh pejantan lainnya, jadi kegagalan dalam pemijahan sanggup diminimalisir dengan tehnik ini.

Berikut ini tahapan-tahapan dalam pemijahan ikan Koi:

• Kolam pemijahan

Kolam pemijahan dibentuk terpisah dengan kolam taman. Kolam pemijahan harus mempunyai jalur keluar masuk air tersendiri. Seluruh kolam harus diplester biar sanggup dikeringkan.

Luas kolam pemijahan sanggup bervariasi, mulai dari ukuran 3-6 m2 dengan kedalaman 0,5 m. Pilih lokasi kolam yang terkena sinar matahari, tidak terlalu berisik, terlindung dari jangkauan belum dewasa dan hewan peliharaan.

Sediakan juga kolam penetasan telur dan perawatan benih dengan bentuk persegi panjang atau sanggup juga berbentuk bundar dengan diameter 1,5 hingga 2 m.

Jika memungkinkan sanggup ditambah satu kolam lagi, yaitu kolam untuk menumbuhkan pakan alami yang dipakai untuk mensuplai pakan benih kalau kuning telurnya telah habis. Kedalaman kolam dibentuk sekitar 30 cm, dengan luas kolam antara 6-10 m2 dirasa sudah cukup memadai.

Dinding kolam sanggup dilapisi vinil, yaitu materi yang biasa dipakai untuk menciptakan kolam fiberglass. Dengan diberi lapisan vinil, kolam tersebut lebih terjamin kebersihannya dan imbas dari semen juga sanggup dihilangkan.

• Persiapan kolam ikan Koi

Kolam dikeringkan dulu dibawah terik matahari, pintu keluar masuk air harus dipasang saringan untuk mencegah kemungkinan telur ikan Koi hanyut terbawa arus.

Biasanya ikan Koi akan bertelur dibawah tanaman atau materi apa saja yang sanggup dipakai untuk menempelkan telurnya. Oleh alasannya itu sebaiknya disediakan penempel telur yang memadai biar telur ikan Koi sanggup selamat.

Penempel telur sanggup memakai kakaban yang biasa dipakai untuk pemijahan ikan mas. Kakaban dibentuk dari ijuk yang dijepit dengan bilah bambu dan dipaku atau di ikat.

Kakaban yang ideal terbuat dari ijuk panjang dan rata dengan panjang 120 cm dan lebar 40 cm. Jumlah kakaban harus diadaptasi dengan ukuran tubuh induk ikan Koi betina dan idealnya dipasang 4-6 buah kakaban untuk setiap 1 kg berat tubuh induk ikan Koi betina.

Agar sanggup mengapung, kakaban harus disusun di atas bambu yang masih utuh. Diatas kakaban diberi bilah bambu dan diikat biar susunan kakaban tidak berserakan ketika pasangan induk memijah. Sebelum dipasang, kakaban terlebih dulu dibersihkan, dicuci, dan dibilas biar higienis dari lumpur.

Kemudian kakaban dipasang sehabis kolam di isi air. Air harus selalu mengalir ke dalam kolam pemijahan untuk merangsang pasangan ikan Koi untuk memijah.

Selain memakai kakaban, kawasan penempel telur sanggup juga memakai tanaman air menyerupai hydrilla yang disusun atau memakai potongan tali rafia sebagai pengganti ijuk.

• Pemijahan ikan Koi

Masukkan indukan ikan Koi sekitar pukul 16.00, dan ikan Koi akan mulai memijah pada ketika tengah malam. Induk ikan Koi betina akan berenang mengelilingi kolam yang akan di ikuti oleh induk ikan Koi jantan di belakangnya.

Semakin usang gerakan keduanya akan semakin cepat dan lebih aktif. Indukan ikan Koi jantan akan mulai menempelkan badannya ketika mengikuti indukan ikan Koi betina, dan pada puncaknya indukan ikan Koi betina akan mengeluarkan telurnya dengan sesekali meloncat ke permukaan air. Aktifitas indukan ikan Koi betina tersebut segera di ikuti oleh indukan ikan Koi jantan dengan mengeluarkan cairan spermanya.

Telur-telur yang terkena sperma akan melekat pada kakaban atau materi penempel telur lainnya dan sulit untuk terlepas, tapi ada juga sebagian telur yang jatuh ke dasar kolam.

Perkawinan tersebut akan final pada pagi hari. Segera pisahkan indukan ikan Koi dari telurnya alasannya kalau hingga terlambat maka telur-telurnya sanggup habis dimakan oleh indukannya.

Ada dua cara untuk memisahkan indukan ikan Koi dari telurnya:

- Cara yang pertama dengan memindahkan indukan ikan Koi dari kolam pemijahan dan tetap membiarkan telurnya menetas di kolam tersebut.

- Cara yang kedua dengan memindahkan telur-telurnya ke dalam kolam penetasan.

Sebaiknya memakai cara yang pertama alasannya lebih mudah dan menghemat kolam.

Telur ikan Koi sebaiknya direndam dulu dalam larutan Malachyt green dengan konsentrasi 1/300.000 selama 15 menit sebelum dimasukkan dalam kolam penetasan untu mencegah serangan jamur.

Ketika akan merendam telur sebaiknya kakaban digoyang-goyang pada air biar kotoran yang mungkin menutupi telur sanggup terlepas.

Baca juga:

Tips perawatan ikan Arwana didalam aquarium

Jenis-jenis Ayam Bekisar dan cara membudidayakannya

Tips perawatan Ayam Hutan Hijau biar rajin bunyi

Demikian informasi ihwal "Tehnik pemijahan ikan Koi yang efektif". Untuk informasi lain seputar ikan Koi, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Ikan Koi