Tampilkan postingan dengan label TLEDEKAN GUNUNG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TLEDEKAN GUNUNG. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Februari 2016

Perawatan Sempurna Untuk Tledekan Gunung Biar Rajin Suara Dan Cepat Gacor

Tledekan Gunung termasuk salah satu jenis burung fighter yang mempunyai bunyi merdu dan bervariasi. Walaupun postur tubuhnya kecil, tapi bunyi kicauannya cukup keras dan melengking dengan irama serta variasi lagu yang sangat merdu dan harmonis.

Tledekan Gunung mempunyai mental fighter yang cukup tangguh dan bahkan berani berkicau melawan burung-burung fighter lain yang lebih besar.

Jika sudah mapan, burung ini sangat responsif terhadap bunyi burung sejenis yang didengarnya, bahkan bunyi burung dari jenis lain. Begitu mendengar bunyi burung lain, Tledekan Gunung yang sudah mapan akan eksklusif berkicau menyahuti.

Untuk menciptakan Tledekan Gunung menjadi gacor sesungguhnya tidak terlalu sulit, yang penting harus diberikan perawatan yang sempurna dan konsisten. Perawatannya juga standar, tidak beda jauh dengan perawatan burung kicau pemakan serangga jenis lainnya yang meliputi:

• Pengembunan
• Mandi
• Jemur
• Pakan
• Pemasteran

Perawatan harian untuk Tledekan Gunung:

• Pengembunan

Embunkan Tledekan Gunung setiap hari mulai jam 05.00 pagi supaya burung bisa menghirup udara segar dan menikmati suasana fajar untuk memancingnya supaya berkicau dan ngeplong.

• Mandi

Mandikan Tledekan Gunung setiap pagi, sediakan cepuk mandi didalam kandangnya supaya burung bisa mandi sendiri.

Setelah simpulan mandi, ambil cepuknya dan sekalian kandangnya juga dibersihkan supaya Tledekan Gunung merasa nyaman dan selalu sehat. Berikan jangkrik kecil sebanyak 5 ekor kemudian angin-anginkan hingga bulu-bulunya kering.

• Jemur

Setelah bulu-bulunya kering, kemudian jemur Tladekan Gunung selama 1 jam. Setelah simpulan dijemur berikan kroto segar sebanyak satu sendok makan kemudian gantang ditempat yang teduh.

Usahakan untuk menempatkan Tledekan Gunung ditempat yang sejuk dan bersahabat dengan bunyi gemercik air, alasannya bunyi gemercik air akan memancing Tledekan Gunung untuk berkicau.

Pada sore harinya, berikan jangkrik ukuran kecil sebanyak 5 ekor, bersihkan kandangnya kemudian kerodong dan biarkan istirahat hingga pagi.

• Pakan dan Ekstra fooding (EF)

Untuk pakan utamanya berikan voer halus yang berkualitas dan mengandung protein tinggi dan ganti voer setiap tiga hari sekali dengan yang baru. Air minumnya juga diganti setiap hari.

Berikan jangkrik ukuran kecil setiap hari dengan porsi 5/5 pagi/sore, kroto segar bisa diberikan seminggu 2-3 kali, ulat hongkong (UH) bisa diberikan pada ketika cuaca cuek dan pada ketika masa mabung untuk membantu mempercepat rontoknya bulu-bulu usang Tledekan Gunung.

• Pemasteran

Untuk menambah variasi kicauannya, lakukan pemasteran dengan memakai bunyi burung-burung lain yang gacor atau dengan bunyi dari Mp3 player, alasannya Tledekan Gunung termasuk burung yang cerdas dan bisa menirukan suara-suara kicauan burung lain yang sering didengarnya.

Tempel Tledekan Gunung dengan burung-burung kecil yang gacor menyerupai burung Pleci, Gelatik, Kenari, Kolibri dan lainnya. Selain berfungsi sebagai masteran, bunyi burung-burung kecil yang gacor tersebut akan memancing Tledekan Gunung untuk berkicau menyahuti, alasannya semakin berisik maka Tledekan Gunung juga akan semakin ngotot berkicau dengan lantang.

Dengan perawatan yang teratur dan konsisten, maka Tledekan Gunung yang kita rawat akan lebih rajin berkicau dan cepat gacor sehingga kita bisa menikmati kemerduan bunyi kicauannya setiap hari.

Karena pada dasarnya, faktor utama supaya burung menjadi gacor ialah "Mental", sedangkan teladan perawatan menyerupai pengembunan, mandi, penjemuran, sumbangan pakan dan Ekstra fooding (EF), serta pemasteran hanya merupakan faktor pendukung saja.

Jika burung sudah mapan dengan lingkungan sekitarnya dan tidak merasa tertekan atau takut lagi dengan suasana di lingkungan barunya, niscaya burung akan rajin bunyi dan lama-kelamaan menjadi gacor.

Baca juga:

Ciri-ciri Tledekan Gunung jantan dan betina

Cara merawat Tledekan Gunung bahan/bakalan supaya bertahan hidup dan rajin bunyi

Perawatan yang sempurna untuk Trucukan pada ketika mabung/nyulam bulu

Demikian gosip wacana "Perawatan sempurna untuk Tledekan Gunung supaya rajin bunyi dan cepat gacor". Untuk gosip lain seputar Tledekan Gunung, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Tledekan Gunung

Rabu, 20 Januari 2016

Ciri-Ciri Perbedaan Tledekan Gunung Dan Tledekan Bakau

Tledekan Gunung/Sulingan Gunung yaitu salah satu burung kicauan yang banyak digemari oleh para Kicau Mania dari dulu hingga sekarang. Untuk ketika ini, Tledekan Gunung banyak dipelihara sebagai klangenan dirumah saja untuk menambah koleksi burung kicauannya, alasannya yaitu untuk kini ini lomba untuk kelas Tledekan Gunung memang sudah jarang digelar.

Dengan semakin banyaknya peminat Tledekan Gunung, maka harga burung fighter ini juga semakin naik, apalagi untuk Tledekan Gunung yang sudah jadi (gacor) harganya cukup mahal, bahkan lebih mahal dari Kacer yang sudah gacor.

Hal itu menjadi peluang bisnis bagi para pedagang burung untuk mendapat laba sebanyak-banyaknya dengan mendatangkan stok materi Tledekan Gunung muda hutan sebanyak-banyaknya alasannya yaitu sedang diminati konsumen.

Tapi sayangnya, peluang tersebut juga dimanfaatkan oleh para oknum pedagang badung dengan menjual Tledekan Bakau yang dikatakan sebagai Tledekan Gunung. Hal itu dikarenakan sulitnya mencari pasokan Tledekan Gunung/Sulingan Gunung bakalan muda hutan alasannya yaitu populasinya di alam bebas memang sudah sangat langka, dan kalaupun ada harganya juga lebih mahal dibanding Tledekan Bakau dari Kalimantan.

Populasi Tledekan Gunung lokal di alam bebas memang sudah tinggal sedikit, bahkan sudah hampir punah, sehingga susah untuk mendapatkannya. Sedangkan populasi Tledekan Bakau dari Kalimantan masih cukup banyak dan sanggup memenuhi ajakan pasar dalam jumlah besar.

Harga Tledekan Bakau yang lebih murah dari Tledekan Gunung lokal tentunya sanggup mendatangkan laba lebih besar bagi para pedagang bila dijual atau dikatakan sebagai Tledekan Gunung.

Jika dilihat secara fisik, memang antara Tledekan Gunung/Sulingan Gunung dan Tledekan Bakau/Sulingan Bakau memang tampak sangat mirip, dan bagi para Kicau Mania pemula yang belum berpengalaman tentunya akan sulit untuk membedakan keduanya.

Berikut ini beberapa ciri-ciri perbedaan Tledekan Gunung dan Tledekan Bakau yang sanggup dijadikan sebagai panduan sebelum kita tetapkan untuk membelinya.

▪ Ciri-ciri Tledekan Gunung:

• Pada Tledekan Gunung jantan, bulu dibagian atas tubuhnya (punggung) berwarna biru tua. Sedangkan warna bulu dibagian sekitar mata, muka bab depan, dan bercak pada dagu berwarna hitam.

• Dahi dan alisnya terlihat pendek dengan warna bulu biru muda/biru cerah. Sedangkan pada bab tenggorokan, dada, dan sisi tubuhnya berwarna jingga serta bab perut bawah berwarna keputih-putihan.

• Tledekan Gunung/Sulingan Gunung betina mempunyai warna bulu yang sama sekali berbeda dari Tledekan Gunung/Sulingan Gunung jantan. Bulu badan bab atas berwarna coklat dengan lingkar mata berwarna kuning, sedangkan warna bulu pada bab bawah tubuhnya seolah-olah dengan burung jantan, tapi warnanya lebih pucat/pudar.

• Tledekan Gunung/Sulingan Gunung dikenal mempunyai mental yang cantik dan sanggup lebih cepat gacor. Suara kicauannya juga sangat nyaring dengan banyak variasi isian. Selain itu, Tledekan Gunung/Sulingan Gunung juga lebih cepat ngeplong dan ngeroll dengan ciri khas nyekleknya, asalkan mendapat perawatan yang tepat.

▪ Ciri-ciri Tledekan Bakau:

Tledekan Bakau/Sulingan Bakau yang terkadang disebut juga sebagai Tledekan Gunung sebrang, sekilas memang sangat seolah-olah dengan Tledekan Gunung/Sulingan Gunung lokal.

• Pada Tledekan Bakau jantan, perbedaannya terletak pada warna bulu dibagian dahi yang tidak biru muda, warna dagunya lebih hitam, serta warna bulu pada badan bab bawahnya keseluruhan berwarna merah bata hingga ke bab perut.

• Untuk Tledekan Bakau betina penampilan fisiknya sangat seolah-olah dengan burung jantan, bahkan lebih seolah-olah dengan Tledekan Gunung jantan. Untuk membedakan jenis kelamin Tledekan Bakau, kita sanggup memperhatikan warna birunya. Tledekan Bakau betina warna birunya terlihat lebih pucat/pudar, dengan ciri khas pada paruh bab atas terdapat bercak putih yang membentuk karakter V serta dagunya berwarna agak kekuningan.

• Tledekan Bakau, termasuk burung yang paling susah berkicau, kalaupun berkicau lebih banyak ngeriwik daripada ngeplongnya, tetapi bila burung ini sudah mapan dan keluar suaranya, maka Tledekan Bakau berpotensi menjadi sangat gacor.

Dengan perawatan yang sempurna dan konsisten, Tledekan Bakau juga sanggup berkicau dengan suara ngeplong dan juga ngeroll.

Baca juga:

Ciri-ciri perbedaan Murai Batu (MB) jantan dan betina trotolan

Cara merawat Kolibri Ninja (Konin) bakalan supaya cepat gacor

Mengenal jenis-jenis Kacer serta kelebihan dan kekurangannya

Demikian isu ihwal "Ciri-ciri perbedaan Tledekan Gunung dan Tledekan Bakau". Untuk isu lain seputar Tledekan Gunung, sanggup dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Tledekan Gunung dan Tledekan Bakau